Sejarah
The Park Solo merupakan salah satu proyek milik NWP Property, perusahaan patungan antara PT Nirvana Development asal Jakarta dan Warburg Pincus asal Amerika Serikat. NWP Property, sebuah raksasa pembangun mal, mengoperasikan mal-mal mereka melalui sejumlah merek. "The Park" adalah merek paling mewah mereka, dengan target untuk pasar kelas menengah ke atas.[2] Selain mal, proyek The Park Solo awalnya direncanakan akan mencakup hotel, perkantoran, dan ruko.[3] Mal dibangun oleh Nirvana Development melalui anak usaha bernama PT Tristar Land.[4] Keseluruhan properti menghabiskan biaya sebesar Rp2,2 triliun.[5]
The Park Solo melakukan proses tutup atap pada tanggal 17 Januari 2013.[5] Mal memulai operasional pada tanggal 31 Oktober 2013 dalam acara yang dihadiri oleh Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya.[4] Terdiri atas 4 lantai, mal memiliki luas bangunan sebesar 55.000 m2. Penyewa-penyewa kunci mal yang hadir saat pembukaan adalah Lotte Mart di Lantai LG, Metro Department Store di Lantai G dan 1, dan Funworld di Lantai 2.[6][7] Setahun kemudian, mereka disusul oleh Cinema XXI di Lantai 2. The Park XXI terdiri atas 5 teater reguler dan 1 teater naratama The Premiere, dengan kapasitas 954 kursi.[8]
Pada tanggal 5 Mei 2018, The Park Solo menyambut gerai H&M di Lantai G dan 1. Kehadiran gerai peritel pakaian asal Swedia tersebut sekaligus menandakan perluasan H&M pertama di Jawa Tengah.[9]
Pada tanggal 2 September 2022, jaringan perabot rumah tangga Dekoruma membuka gerai Dekoruma Experience Center di Lantai LG.[10]
Pada tanggal 22 Maret 2024, Foot Locker bergabung sebagai penyewa kunci dengan membuka cabang di Lantai G. Cabang tersebut adalah yang kedua di Jawa Tengah, menyusul Foot Locker DP Mall.[11]