0000 Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Country2nationality". film{{SHORTDESC:0000 Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Country2nationality". film|}}
The Diving Bell and the Butterfly (bahasa Prancis:Le Scaphandre et le Papilloncode: fr is deprecated ) adalah film drama biografi tahun 2007 yang disutradarai oleh Julian Schnabel dan ditulis oleh Ronald Harwood. Berdasarkan memoarJean-Dominique Bauby dengan nama yang sama, film ini menceritakan tentang kehidupan Bauby setelah mengalami stroke besar yang membuatnya mengalami kondisi yang dikenal sebagai sindrom terkunci. Bauby diperankan oleh aktor Mathieu Amalric.
Sepertiga pertama film tersebut diceritakan oleh tokoh utama, Jean-Dominique Bauby (Mathieu Amalric), atau Jean-Do sebagaimana teman-temannya memanggilnya, dengan perspektif orang pertama. Film tersebut dibuka saat Bauby terbangun dari koma selama tiga minggu di sebuah rumah sakit di Berck-sur-Mer, Prancis. Setelah analisis awal yang terlalu optimis dari seorang dokter, seorang ahli saraf menjelaskan bahwa dia mengalami sindrom terkunci, yaitu suatu kondisi yang sangat jarang terjadi; di mana pasien hampir mengalami kelumpuhan sepenuhnya secara fisik, tetapi normal secara mental. Pada awalnya, penonton film ini akan mendengar "pikiran" Bauby (bahwa dia pikir dia sedang berbicara, tetapi tidak ada yang mendengarnya), yang tidak dapat diakses oleh orang lain (yang kemudian dilihat melalui fungsi matanya).
Seorang terapis bicara dan terapis fisik coba membantu Bauby supaya dapat normal kembali. Di mana Bauby tidak bisa bicara sama sekali, tetapi dia mengembangkan sebuah sistem komunikasi dengan terapis bicara dan bahasanya dengan mengedipkan mata kirinya saat dia membaca daftar kata yang dengan susah payah dapat menguraikan pesannya, huruf demi huruf.
Perlahan-lahan, sudut pandang terbatas film ini melebar, dan penonton film ini mulai melihat Bauby dari "luar", selain mengalami kejadian dari masa lalunya, termasuk kunjungan ke Lourdes. Dia juga berkhayal, membayangkan pantai, gunung, Permaisuri Eugenie dan sebuah pesta erotis dengan salah satu transkripsionis-nya. Film ini menceritakan tentang Bauby yang menjadi editor majalah Elle, yaitu majalah mode populer Prancis, dan sepakat menulis sebuah buku (yang pada awalnya berdasarkan kisah The Count of Monte Cristo, tetapi dari perspektif perempuan). Dia memutuskan dia tetap akan menulis buku, menggunakan teknik komunikasinya yang lamban dan melelahkan. Seorang wanita dari penerbit tempat Bauby melakukan kontrak penerbitan buku orisinalnya dibawa untuk melakukan dikte.
Buku tersebut menjelaskan bagaimana rasanya menjadi Bauby, yang terjebak dalam tubuhnya, yang dia lihat sebagai seorang berpakaian tabung selam dengan helm dari kuningan, yang disebut skaphandre dalam bahasa Prancis (bahasa Inggris: diving bell), seperti halnya dalam judul aslinya. Orang di sekitarnya melihat jiwanya masih hidup, sebagai "kupu-kupu" (bahasa Inggris: butterfly).
Kisah tulisan Bauby disandingkan dengan ingatan dan penyesalannya hingga kondisi stroke-nya. Kita dapat melihat ketiga anaknya, ibu mereka (yang tidak pernah dia nikahi), kekasihnya, teman-temannya, dan ayahnya. Dia menjumpai orang-orang dari masa lalunya yang kehidupannya mirip dengan "jebakan" seperti yang dialaminya: seorang teman yang diculik di Beirut dan ditahan selama empat tahun, serta ayahnya yang berusia 92 tahun, yang tinggal di apartemennya sendiri, karena dia terlalu lemah untuk turun empat anak tangga.
Bauby akhirnya menyelesaikan memoarnya dan mendengar tanggapan para kritikus atas karyanya tersebut. Dia meninggal karena radang paru-paru, sepuluh hari setelah bukunya diterbitkan. Kredit penutupan digambarkan dengan peluncuran terbalik es gletser (versi ke depan digunakan dalam kredit pembuka), dengan iringan lagu Joe Strummer & the Mescaleros yang berjudul "Ramshackle Day Parade".
Schnabel mengatakan tentang pengaruhnya dalam film tersebut yang diambil dari pengalaman pribadi:
"Ayah saya sakit dan dia sekarat, dia takut mati dan tidak pernah sakit seumur hidupnya. Jadi dia berada di tempat tidur ini, ketika berada di rumah, di mana dia tinggal bersama saya, dan naskah ini selesai hingga berjudul The Diving Bell and the Butterfly. Ketika ayah saya sekarat, saya membaca naskah Ron Harwood yang memberikan banyak parameter, bahwa sebuah film memiliki struktur yang sama sekali berbeda. Sebagai pelukis, seseorang tidak ingin membuat lukisan yang terlihat seperti yang terakhir dibuat, saya pikir hal tersebut merupakan palet yang sangat bagus. Baik secara personal maupun artistik, hal ini terjadi secara bersamaan."[7]
Beberapa aspek kunci kehidupan pribadi Bauby dibuat fiksi dalam film ini, terutama hubungan Bauby dengan ibu anak-anaknya dan kekasihnya.[8][9]
Sambutan
Film ini mendapat sambutan universal dari para kritikus. Laman web agregasi ulasan film, Rotten Tomatoes memberikan skor 94% pada film ini, yang diperoleh berdasarkan ulasan dari 165 kritikus, dengan konsensus umum yang menyatakan, "Tampilan visual dan pertunjukan dinamis membuat The Diving Bell dan Butterfly menjadi biopik yang hebat."[10]Metacritic memberikan skor pada film ini dengan rata-rata 92/100, berdasarkan 36 ulasan.[11]
Dalam sebuah jajak pendapat tahun 2016 oleh BBC, film ini terdaftar sebagai salah satu dari 100 film teratas sejak tahun 2000 (di posisi ke-77).[12]
Daftar sepuluh teratas
Film ini masuk dalam daftar sepuluh besar oleh kritikus film terbaik tahun 2007.[13]