Terminal Induk KM 6 dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan[1] dan memiliki jaringan terminal lain yang membantu arus lalu lintas yaitu Terminal Kota Pangetan Antasari, Sub Terminal Malabar, Sub Terminal kayu Tangi, dan Sub Terminal Tanjung Pagar.[2] Pendapatan Asli Daerah yang dihasilkan dari Terminal Pal 6 pada 2020 adalah Rp 68,6 juta dari target sebanyak Rp 75 juta yang mana hanya mampu mencapai realisasi 91,5 persen. Sedangkan target pada 2021 adalah sebanyak Rp. 120 juta.[3]
Selain menjadi tempat naik dan turun penumpang, terminal ini juga pernah dijadikan tempat pengungsian masyarakat ketika banjir di Kota Banjarmasin pada tahun 2021. Sebanyak 181 jiwa mengungsi dan menempati di 103 ruko yang kosong.[4]
Sejarah
Terminal KM 6 didirikan pada 1980 di era Wali kota madya Komaruddin di atas lahan seluas 3 hektare.[5]
Daya tampung
Kenaikan jumlah kendaraan dan penumpang yang datang dan pergi pada Terminal Induk Km. 6 adalah sebagai berikut:[2]
Tahun
Jumlah kendaraan
Persentasi
Jumlah penumpang
Persentasi
1993
1758
5.824.630
1994
1778
1,14
6.954.285
19,4
1995
1790
0,7
7.680.200
10,5
1996
1810
1,12
8.330.760
8,5
1994
1826
0,9
9.256.400
11,2
Fasilitas
Terminal lnduk Km.6 Banjarmasin berada di jalan arteri primer dan dikelilingi areal pemukiman. Luas area terminal adalah 2,9 ha dengan jarak akses jalan masuk dan keluar terminal dari jalan A. Yani adalah 40 m. Adapun fasilitas yang terdapat di terminal ini adalah :[2]
Fasilitas
Luas (m2)
Parkiran bis dan mobil angkutan
15.000
Ruang tunggu halte
2.350
Kios
760
Toilet
50
Kantor pengelola
100
Loket bis
440
Loket bis
Sedangkan loket angkutan yang tersedia adalah sebagai berikut:[6]