Teori seleksi r/KPaus sikat atlantik utara dengan satu anakan. Paus mengikuti strategi-K, dengan sedikit anakan, masa kehamilan panjang, penjagaan induk yang panjang, serta masa yang panjang hingga kematangan seksual.Kebalikannya, tikus adalah hewan strategi-r, dengan banyak anakan, masa kehamilan pendek, lebih sedikit penjagaan induk dan masa yang singkat hingga kematangan seksual.
Teori seleksi r/K adalah sebuah hipotesis evolusioner yang menelaah seleksiciri suatu organisme yang merupakan pertukaran antara kuantitas dan kualitas anakan. Spesies yang menghasilkan lebih banyak anakan dengan mengorbankan investasi orang tua individu kepada masing-masing anakan dikenal sebagai hewan strategi-r, sementara spesies yang menghabiskan lebih banyak energi membesarkan anakannya dengan mengorbankan jumlah anakannya dikenal sebagai hewan strategi-K. Kemunculan keduanya sangat bervariasi, tampaknya untuk mendorong keberlangsungan pada suatu lingkungan.
Konsep kualitas atau kuantitas dalam anakan terkadang dirujuk dalam ekologi sebagai "murah" atau "mahal", yang menjadi sebuah tanggapan dari sifat sekali pakai anakan suatu organisme, begitu juga komitmen dari induknya.[1] Keseimbangan suatu lingkungan dapat digunakan untuk memperkirakan apakah menghasilkan lebih banyak anakan akan memungkinkan keberhasilan reproduktif, atau sebaliknya. Suatu lingkungan yang tidak stabil akan mendorong induk untuk menghasilkan lebih banyak anakan, karena kemungkinan dari semua (atau sebagian besar darinya) untuk sintas hingga dewasa tidak banyak. Kebalikannya, lingkungan yang lebih stabil memungkinkan induk dengan yakin menghabiskan lebih banyak energi dalam membesarkan satu anakan karena mereka lebih mungkin sintas hingga dewasa.
Referensi
↑"r and K selection". www.bio.miami.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-09-05. Diakses tanggal 2020-10-27.