Kasus khusus
Bagian ini akan menggunakan kasus spesifik ketika
merupakan himpunan terhitung tak terhingga. Tanpa mengurangi keumuman, akan digunakan himpunan
, yaitu himpunan semua bilangan asli.
Misalkan himpunan
sama banyaknya dengan himpunan kuasanya,
. Himpunan
memuat tak terhingga banyaknya himpunan bagian dari
, seperti himpunan bilangan genap positif
dan himpunan kosong
. Beberapa himpunan yang termuat pada
antara lain:

Oleh karena
diasumsikan sama banyaknya dengan
, maka setiap elemen dari
dapat melabeli setiap elemen dari
, dengan syarat tidak ada elemen dari kedua himpunan yang tidak terlabeli. Salah satu cara pelabelannya adalah sebagai berikut:
Diberikan suatu proses pelabelan, beberapa bilangan asli melabelkan himpunan bagian yang memuat dirinya sendiri. Misalnya, pada contoh di atas, bilangan
melabelkan himpunan
, yang memuat
sebagai anggotanya. Misalkan bilangan-bilangan tersebut disebut egois. Beberapa bilangan asli lainnya melabelkan himpunan bagian yang tidak memuat dirinya sendiri. Misalnya, pada contoh di atas, bilangan
melabelkan himpunan
, yang tidak memuat
sebagai anggotanya.
Dengan menggunakan ide ini, maka dapat dikonstruksikan suatu himpunan bilangan asli yang istimewa. Himpunan ini akan memberikan kontradiksi yang sedang diincar. Misalkan
adalah himpunan semua bilangan yang tidak egois. Berdasarkan definisi, himpunan kuasa
memuat semua himpunan bilangan asli, yang mengakibatkan
. Jika pemetaannya bersifat bijektif, maka
harus dilabelkan dengan suatu bilangan asli, misalnya
. Akan tetapi, hal ini menimbulkan masalah.
- Jika
, maka
merupakan bilangan egois, dan hal ini bertentangan dengan definisi dari
.
- Jika
, maka
adalah bilangan yang tidak egois, sehingga
seharusnya menjadi anggota dari
.
Akibatnya, tidak mungkin ada elemen
yang dipetakan ke
.
Oleh karena tidak ada bilangan asli yang melabelkan himpunan
, maka pengandaian di awal bernilai salah, yaitu terdapat bijeksi antara
dan
.
Perhatikan bahwa himpunan
mungkin saja kosong. Hal ini mengakibatkan setiap bilangan asli
dipetakan ke himpunan bagian yang memuat
. Dengan kata lain, setiap bilangan asli melabelkan suatu himpunan tak kosong dan tidak ada bilangan yang melabelkan himpunan kosong. Akan tetapi,
, sehingga pemetaannya tetap tidak meliput
.
Berdasarkan pembuktian melalui kontradiksi ini, terbukti bahwa
. Selain itu,
juga tidaklah mungkin, sebab berdasarkan definisi,
memuat semua singleton, dan singleton-singleton ini membentuk "salinan" dari
di dalam
. Akibatnya, hanya tersisa satu kemungkinan, yaitu

Kasus umum
Argumen Cantor terbilang elegan dan sangat sederhana. Bukti lengkapnya disajikan dibawah, beserta penjelasan rinci setelahnya.
Misalkan
dan
adalah sembarang himpunan. Berdasarkan definisi dari kardinalitas, maka
jika dan hanya jika terdapat suatu fungsi injektif tetapi tidak bijektif dari
ke
. Hal ini dapat diraih dengan menunjukkan bahwa tidak ada pemetaan surjektif dari
ke
. Inilah inti dari teorema Cantor: tidak ada fungsi surjektif dari sembarang himpunan
ke himpunan kuasanya. Untuk membuktikan ini, maka cukup dengan menunjukkan bahwa tidak ada fungsi
(yang memetakan elemen pada
ke himpunan bagian dari
) yang dapat meraih setiap himpunan bagian yang ada. Dengan kata lain, maka cukup ditunjukkan bahwa terdapat suatu himpunan bagian dari
yang tidak sama dengan
, untuk setiap
. Ingat kembali bahwa setiap
merupakan himpunan bagian dari
. Himpunan bagian dengan sifat tersebut diberikan melalui konstruksi berikut:
Himpunan
terkadang dikenal sebagai himpunan diagonal Cantor dari
. Berdasarkan definisi dari himpunan
, maka untuk setiap
,
jika dan hanya jika
. Akan dikaji dua kasus berikut:
- Jika
, maka
, sehingga
.
- Jika
, maka
, sehingga
.
Berdasarkan kedua kasus di atas, himpunan
untuk setiap
sebab himpunan
dikonstruksikan dari elemen pada
yang bayangan oleh fungsi
tidak memuat dirinya sendiri. Dengan kata lain, terbukti bahwa terdapat suatu elemen
sedemikian sehingga persyaratan
mengakibatkan kontradiksi berikut:
sehingga berdasarkan reductio ad absurdum, asumsi di awal bernilai salah.[1] Akibatnya, tidak ada
yang memenuhi
. Dengan kata lain, himpunan
bukanlah bayangan dari
dan fungsi
tidak memetakan setiap elemen ke himpunan kuasa dari
, yang berarti,
tidak bersifat surjektif.
Terakhir, untuk melengkapi pembuktiannya, perlu ditunjukkan bahwa terdapat suatu fungsi injektif dari
ke himpunan kuasanya. Proses mencari fungsi tersebut tidaklah sulit: petakan elemen
ke himpunan singleton
. Sekarang pembuktiannya sudah lengkap, dan berlaku ketaksamaan tegas
untuk setiap himpunan
.
Oleh karena elemen
muncul dua kali pada ekspresi "
", maka argumen ini disebut sebagai argument diagonal. Untuk himpunan terhitung (atau berhingga), argumentasi dari pembuktian di atas dapat diilustrasikan dengan membuat tabel yang
- setiap barisnya dilabeli oleh suatu elemen
dari himpunan
secara berurutan. Himpunan
diasumsikan terurut linear sehingga tabelnya dapat dikonstruksikan.
- setiap kolomnya dilabelkan oleh suatu elemen
dari himpunan
. Kolomnya diurutkan berdasarkan argumen dari
. Dengan kata lain, kolomnya dilabeli sebagai
dengan urutan ini.
- perpotongan dari setiap baris
dan kolom
berisi nilai benar/salah dari pernyataan
. Dengan kata lain, setiap baris berisi nilai fungsi indikator dari himpunan pada masing-masing kolom.
Diberikan suatu urutan yang dipilih untuk label baris dan kolom, diagonal utama
dari tabel ini berisi nilai kebenaran dari pernyataan
untuk setiap
. Salah satu tabelnya dapat dilihat sebagai berikut:
Himpunan
pada paragraf sebelumnya dikonstruksikan berdasarkan negasi dari nilai kebenaran pada diagonal utama
(yang pada contoh di atas, diwarnai dengan merah), yaitu menukar "benar" dan "salah".[1] Akibatnya, fungsi indikator dari himpunan
akan berbeda dengan setiap kolom pada setidaknya satu entri, sehingga tidak ada kolom yang mewakili
.