Tembok Banjaran terbagi atas 20 RT dan 3 RW serta 5 dukuh.
Ekonomi
Mata pencaharian masyarakat desa Tembok Banjaran adalah usaha konfeksi, terbukti dengan banyak ditemukannya industri konfeksi rumah tangga di daerah Tembok Banjaran. Untuk itu, setidaknya masalah pengangguran di desa Tembok Banjaran dapat ditanggulangi. Masyarakat sekitar desa Tembok Banjaran dapat mendirikan usaha industri konfeksi sendiri atau sekadar jadi karyawan salah satu pengusaha konfeksi dengan upah yang mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Selain konfeksi, di desa Tembok Banjaran terdapat pabrik teh. Kehadiran pabrik ini pun menambah dampak positif bagi masyarakat sekitar desa Tembok Banjaran, karena dapat menyerap tenaga kerja.
Budaya
Hubungan sosial masyarakat desa Tembok Banjaran masih sangat kental, terbukti dengan banyaknya organisasi-organisasi masyarakat yang sebagian besar organisasi keagamaan. Mayoritas masyarakat desa Tembok Banjaran adalah Islam, tetapi banyak pula masyarakat Tionghoa. Bahasa yang digunakan sehari-hari sama halnya dengan daerah Tegal lainnya, yakni Bahasa Jawa tetapi banyak yang menyebutnya sebagai Bahasa Ngapak.
Pendidikan
Beberapa institusi pendidikan di Tembok Banjaran di antaranya: