Penduduk tinggal di rumah-rumah joglo, dan hampir di setiap rumahnya memiliki ternak seperti sapi atau kambing. Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani.
Menurut data tahun 2008, jumlah penduduk yang buta huruf sebanyak 900 jiwa. Yang tidak tamat sekolah dasar 1637 jiwa, tidak tamat sekolah lanjutan tingkat menengah sebanyak 351 orang, dan tidak tamat sekolah lanjutan tingkat atas 41 jiwa. Tak banyak yang bisa mengenyam bangku pendidikan tinggi. Meski demikian, data untuk mereka yang tamat SD pada tahun 2008 sebanyak 2046 orang. Rendahnya lulusan pendidikan di sana erat kaitannya dengan tradisi menikah muda di desa ini.