Kawasan metropolitan in 23x15px|border |alt=|link= Jawa Tengah, Indonesia{{SHORTDESC:Kawasan metropolitan in 23x15px|border |alt=|link= Jawa Tengah, Indonesia|noreplace}}
Tegal pernah menjadi sebuah keresidenan tersendiri pada era Mataram Islam. Setelah Perjanjian Giyanti pada 1755, kota Tegal dijadikan ibu kota keresidenan, dan kumpeni berkediaman di gedung residen dekat Pelabuhan Tegal. Saat itu, wilayah yang tergabung dalam keresidenan Tegal adalah Brebes, Tegal, dan Bumiayu. Wilayah Bumiayu dipimpin oleh patih yang mewakili residen.
Keresidenan Tegal berlangsung hingga tahun 1900, dan sejak 1 Januari 1901 Tegal dilebur kedalam Keresidenan Pekalongan. Tegal menjadi kabupaten dengan beberapa wilayah kawedanan yakni Tegal, Maribaya, Gantungan, Adiwerna, Dukuhwringin dan Pangkah.[4]
Tahun 1928, Tegal kembali dijadikan ibukota keresidenan. Kali ini wilayahnya meliputi Brebes, Tegal, Pemalang, dan Pekalongan. Pada setiap kabupaten ditempatkan seorang Asisten Residen, dan untuk Tegal berkedudukan di Slawi (Procot). Keadaan ini berlangsung hingga tahun 1942, di mana Tegal kembali menjadi kabupaten dibawah keresidenan Pekalongan.[4]
Geografi
Wilayah Bregas berada di barat laut Jawa Tengah, serta menjadi pintu gerbang utama provinsi Jawa Tengah bagian utara-barat. Sebagian wilayahnya berupa dataran pesisir Laut Jawa di utara dengan ketinggian rata-rata 0-10 mdpl. Wilayah tengah merupakan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 10-200 mdpl, sedangkan wilayah selatan merupakan daerah perbukitan dan dataran tinggi yang berada di lereng Gunung Slamet dan Gunung Kumbang dengan ketinggian antara 200-3000 mdpl.
Posisi wilayah Bregas yang berada di pesisir pantura Jawa dan berbatasan dengan Jawa Barat membuat wilayah ini memiliki keberagaman suku dan budaya.
Suku Jawa Tegal adalah penduduk asli sekaligus mayoritas yang menghuni wilayah Bregas. Etnis Jawa Tegal tersebar di wilayah pesisir seperti Kota Tegal dan Brebes. Sedangkan di wilayah barat yang berbatasan langsung dengan Cirebon seperti Losari terdapat masyarakat dari Suku Cirebon. Bagian selatan seperti Bumiayu merupakan mestizo atau percampuran antara budaya Tegal dengan Banyumasan. masyarakat Suku Sunda Brebes juga dapat ditemui di wilayah yang berbatasan dengan Kuningan, seperti Salem dan Bantarkawung.
Etnis Arab-Indonesia dan Tionghoa-Indonesia juga banyak ditemui di wilayah Bregas. Biasanya kantong-kantong pemukiman etnis Arab dan Tionghoa berada di wilayah pesisir dan pusat-pusat ekonomi daerah.