Karir setelah perdana menteri
Aso kembali ke pemerintahan untuk menjadi Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Jepang di bawah Shinzō Abe. Ia merupakan mantan perdana menteri pertama yang menjabat sebagai wakil kepada perdana menteri lain. Setelah Abe mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri karena alasan kesehatan pada Agustus 2020, banyak yang mengira bahwa Aso akan mencalonkan diri kembali sebagai ketua umum dan perdana menteri. Namun, Aso mengejutkan banyak pihak dengan menyatakan bahwa ia tidak akan mencalonkan diri. Aso tetap menjadi wakil perdana menteri di bawah Yoshihide Suga yang menggantikan Abe sampai Suga mundur pada 4 Oktober 2021. Aso menjadi wakil ketua umum LDP di bawah ketua umumnya, Fumio Kishida yang menggantikan Suga sebagai perdana menteri.[2]
Saat pemilihan ketua umum pada 2024, Aso mendukung Tarō Kōno dalam putaran pertama dan saat Kono dieleminasi, Aso mendukung Sanae Takaichi yang pada akhirnya dikalahkan oleh Shigeru Ishiba. Aso tertampak sangat kecewa saat mendengarkan berita kemenangan Ishiba.[3] Ia mundur dari posisi wakil ketua dan menjadi penasehat senior partai, dan posisinya digantikan oleh Yoshihide Suga.[4]
Aso memainkan peran dalam peggulingan Ishiba sebagai perdana menteri karena ia kecewa terhadap kinerja partai selama pemilihan Dewan Penasihat 2025 di mana LDP kehilangan mayoritas. Aso menyatakan, "Saya tidak akan setuju dengan kelanjutan Ishiba!".[5] Pada pemilihan ketua umum 2025 yang dilaksanakan setelah Ishiba mundur, Aso tidak mengumumkan siapa yang ia akan dukung. Namun pada sehari sebelum pemunggutan suara, Aso mengeluarkan perintah kepada faksinya Shikōkai: "Sebelum putaran kedua, pilihlah calon yang memenangkan suara kader partai yang paling banyak". Berdasarkan jajak pendapat internal, Sanae Takaichi adalah calon yang paling populer antar kader. Memo ini merupakan dukungan terselubung kepada Takaichi dari Aso dan sekutu politiknya.[6]
Calon yang dipastikan menduduki juara ketiga Yoshimasa Hayashi memerintah sekutu politiknya untuk mendukung Shinjirō Koizumi apabila terjadi putaran kedua yang hanya diikuti oleh Takaichi dan Koizumi. Aso menanggapi ini dengan bekerja di balik layar memerintah sekutunya untuk meminta kerja sama dengan finalis juara empat dan lima. Aso mengajukan rencananya: "Pada putaran pertama, setengah dari faksi Aso akan memilih Motegi dan setengahnya lagi akan memilih Kobayashi. Sebagai balasan, kami meminta kalian untuk mendukung Takaichi saat putaran kedua".[7] Setelah Takaichi menang, Aso kembali menjabat sebagai wakil ketua umum dan kakak iparnya Shun'ichi Suzuki dilantik sebagai sekretaris jenderal. Haruko Arimura yang juga berasal dari Shikōkai dipilih sebagai Ketua Dewan Umum. Beberapa media pers mendeskripsikan kepemimpinan Takaichi sebagai "Pemerintah Aso II".[8]