Bangbarongan ditemani oleh seorang ronggeng atau badut yang membuat lawakan kepada penonton.[2] Jenis bangbarongan ada banyak menurut hewannya, antara lain buburokan, mamacanan, gagajahan, momonyetan, dan kukudaan (kuda lumping).[2] Alat musik (waditra) yang dimainkan untuk memeriahkan bangbarongan antara lain genjring (rebana),[3]bedug (jidur) dan biola. Beberapa penari bangbarongan yang asli biasanya ada yang kerasukan, tetapi sekarang anak-anak pun dapat menampilkannya hanya untuk bermain-main. Sekarang, kesenian ini sudah langka dan jarang dipentaskan. Di Ujungberung, bangbarongan bersama dengan kesenian tradisional Sunda yang lainnya ditampilkan dalam Festival Ujungberung.[4]