Tan Boen Soan (Hanzi:陈文宣; Pinyin:Chén Wénxuān; 25Juni1905–12Agustus1952) dulu adalah seorang penulis dan jurnalis berlatar belakang Tionghoa Indonesia di Sukabumi, Jawa Barat.[1][2] Ia adalah penulis dari Koetoekannja Boenga Srigading (1933), Bergerak (1935), Digdaja (1935), dan Tjoban (1936). Ia kemudian menilis untuk Sunday Courier di Jakarta.[1]
Pada tahun 1920, Tan menjadi anggota dewan editorial dari Sin Bin di Bandung. Ia tetap bekerja di sana hingga koran tersebut tutup. Ia lalu pindah bekerja di Keng Po.[1] Pada tahun 1928, ia memproduksi adaptasi dari novel Setangan Berloemoer Darah karya Tjoe Hong Bok.[4]Film bisu yang dibuat dalam format hitam putih tersebut pun menjadi adaptasi novel kedua di Hindia Belanda.[5][6]
Selama dekade 1930-an, Tan memimpin sejumlah koran, seperti Warna Warta (1931–32), Asia asal Sukabumi, dan Soeara Semarang asal Semarang.[1] Pada dekade 1930-an juga, ia menerbitkan sejumlah novel di majalah sastra Tjerita Roman dan Penghidoepan, seperti Koetoekannja Boenga Srigading (1933), Bergerak (1935), Digdaja (1935), Kembang Latar (1937), dan Tjoban (1936).[1]
Novel Oewang karya Tan tahun 1935 mengkritik kecenderungan komunitas Tionghoa di Hindia Belanda yang terlalu berorientasi pada uang. Novel karya Tan yang lain, yakni Bwee Ha (1940), memperingatkan risiko dari menolak tradisi dan "tatanan alam".[7] Namun, ia juga melihat bahaya dari terlalu patuh pada tradisi, dan novelnya yang berjudul Lelatoe Anaknja Api (1933) mendorong agar janda diperbolehkan untuk kembali menikah– sesuatu yang dilarang pada saat itu.[8] Tema nasionalis Tionghoa, kemungkinan sebagai bentuk protes terhadap pendudukan Jepang di Jehol pada tahun 1933, juga dapat dilihat di novel Pendekar Merah (1935).[9] Novel karya Tan tahun 1935, Bergerak, fokus pada peran wanita dalam gerakan sosial. Novel tersebut kemudian diterbitkan kembali pada tahun 2002 sebagai bagian dari volume keenam dari seri antologi Kesastraan Melayu Tionghoa dan Kebangsaan Indonesia.[10]
Sukarnomemproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, dan kemudian Indonesia diakui oleh Belanda pada tahun 1949. Pada periode tersebut, Tan memimpin Sin Min di Semarang. Ia juga menulis untuk Sedar dan Sunday Courier di Jakarta.[1] Pada tahun 1951, Tan dituduh sebagai anggota dari "Barisan Tjitaroem", yang dianggap sebagai kelompok subversif oleh pemerintah Indonesia. Ia kemudian dipenjara dan disiksa sebelum dibebaskan. Tan akhirnya meninggal pada tanggal 12 Agustus 1952.[1]
Bibliografi
Lelatoe Anaknja Api!. Tjerita Roman 54 (dalam bahasa Melayu). Surabaya: Hahn & Co. 1933. OCLC819655409. (98 pages)
Koetoekannja Boenga Srigading[Curse of the Srigading Flower]. Penghidoepan 103 (dalam bahasa Melayu). Surabaya: Tan's Drukkerij. 1933. OCLC475694532. (104 pages)
Yin Lan. Tjerita Roman 69 (dalam bahasa Melayu). Surabaya: Hahn & Co. 1934. OCLC68937664. (126 pages)
Oewang[Money]. Tjerita Roman 73 (dalam bahasa Melayu). Surabaya: Hahn & Co. 1935. OCLC68827841. (115 pages)
Pendekar Merah[Red Warrior]. Tjerita Roman 81 (dalam bahasa Melayu). Surabaya: Hahn & Co. 1935. OCLC68827847. (121 pages)
Setan dan Amor[Demons and Love]. Tjerita Roman 82 (dalam bahasa Melayu). Surabaya: Hahn & Co. 1935. OCLC775790636. (128 pages; adapted from The Kreutzer Sonata by Leo Tolstoy)
Empangan Darah: Satoe Lelakon Tertarik dari Perang Besar Taon 1906[A Dam of Blood: A Story Based on the Great War of 1906]. Penghidoepan 130 (dalam bahasa Melayu). Surabaya: Tan's Drukkerij. 1935. OCLC501188631. (118 pages)
Rossy. Tjerita Roman 95 (dalam bahasa Melayu). Surabaya: Niro Thay Siang. 1937. OCLC68827846. (116 pages)
Tjoban. Penghidoepan 133 (dalam bahasa Melayu). Surabaya: Tan's Drukkerij. 1936. OCLC63889100. (112 pages; sequel to Digdaja)
Tjoeram Penghidoepan[Cliffs of Life]. Penghidoepan 140 (dalam bahasa Melayu). Surabaya: Tan's Drukkerij. 1936. OCLC227807172. (110 pages)
Seroeni Poetih[White Chrysanthemums]. Tjerita Roman 90 (dalam bahasa Melayu). Surabaya: Hahn & Co. 1936. OCLC775790049. (121 pages; based on Claude Anet's Mayerling)
Lukouchiao-Shanghai!. Tjerita Roman 102 (dalam bahasa Melayu). Malang: Paragon Press. 1937. OCLC68827848. (98 pages)
Kembang Latar[Prostitutes]. Tjerita Roman 106 (dalam bahasa Melayu). Malang: Paragon Press. 1937. OCLC775790625. (120 pages)
See-ie. Tjerita Roman 120 (dalam bahasa Melayu). Malang: Paragon Press. 1938. OCLC68017028. (104 pages)
Baba Fantasie. Tjerita Roman 129 (dalam bahasa Melayu). Malang: Paragon Press. 1939. OCLC819659744. (109 pages)
Bwee Hoa. Tjerita Roman 138 (dalam bahasa Melayu). Malang: Paragon Press. 1940. OCLC819655816. (138 pages)
↑"Setangan Berloemoer Darah". filmindonesia.or.id. Jakarta: Konfiden Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 15 May 2014. Diakses tanggal 15 May 2014.
↑Salmon, Claudine (1985). Sastra Cina Peranakan dalam Bahasa Melayu[Peranakan Chinese Literature in the Malay Language]. Jakarta: Balai Pustaka. hlm.104–05. OCLC39909566.
↑Salmon, Claudine (1985). Sastra Cina Peranakan dalam Bahasa Melayu[Peranakan Chinese Literature in the Malay Language]. Jakarta: Balai Pustaka. hlm.107. OCLC39909566.
↑Salmon, Claudine (1985). Sastra Cina Peranakan dalam Bahasa Melayu[Peranakan Chinese Literature in the Malay Language]. Jakarta: Balai Pustaka. hlm.109. OCLC39909566.
↑A.S., Marcus; Benedanto, Pax, ed. (2007). Kesastraan Melayu Tionghoa dan Kebangsaan Indonesia[Chinese Malay Literature and the Indonesian Nation]. Vol.10. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN978-979-91-0079-5.