Taman Nasional Manusela merupakan perwakilan tipe ekosistem pantai, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah dan hutan hujan pegunungan di Maluku. Tipe vegetasi yang terdapat di taman nasional ini yaitu mangrove, pantai, hutan rawa, tebing sungai, hutan hujan tropika pamah, hutan pegunungan, dan hutan sub-alpin.
Keragaman Hayati
Kakatua di Taman Nasional Manusela
Beberapa jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain tancang (Bruguiera sexangula), bakau (Rhizophora acuminata), api-api (Avicennia sp.), kapur (Dryobalanops sp.), pulai (Alstonia scholaris), ketapang (Terminalia catappa), pandan (Pandanus sp.), meranti (Shorea selanica), benuang (Octomeles sumatrana), matoa/kasai (Pometia pinnata), kayu putih (Melaleuca leucadendron), berbagai jenis anggrek, dan pakis endemik (Chintea binaya).
Sekitar 117 jenis burung terdapat di Taman Nasional Manusela, di mana 14 jenis di antaranya endemik seperti kesturi ternate (Lorius garrulus), nuri tengkuk ungu/nuri kepala hitam (L. domicella), kakatua Seram (Cacatua moluccensis), raja udang (Halcyon lazuli dan H. sancta), burung madu Seram besar (Philemon subcorniculatus), dan nuri raja/nuri ambon (Alisterus amboinensis).
Burung kakatua seram dan kalong seram (Pteropus ocularis)[2] merupakan salah satu satwa endemik Maluku, yang keberadaannya terancam punah di alam akibat perburuan liar, perusakan dan penyusutan habitatnya. Satwa lainnya di taman nasional ini adalah rusa (Cervus timorensis moluccensis), kuskus (Phalanger orientalis orientalis), soa-soa (Hydrosaurus amboinensis), babi hutan (Sus celebensis), luak (Pardofelis marmorata), kadal panama (Tiliqua gigas gigas), duyung (Dugong dugon), penyu hijau (Chelonia mydas), dan berbagai jenis kupu-kupu. Satwa marsupial yang terancam atau sudah punah antara lain bandikot seram (Rhynchomeles prattorum).[3]
Penduduk
Masyarakat desa Manusela, Ilena Maraina, Selumena, dan Kanike, merupakan enclave di dalam kawasan Taman Nasional Manusela. Masyarakat tersebut telah lama berada di desa-desa tersebut, dan percaya bahwa gunung-gunung yang berada di taman nasional dapat memberikan semangat dan perlindungan dalam kehidupan mereka. Kepercayaan mereka secara tidak langsung akan membantu menjaga dan melestarikan taman nasional.
Monografi
Terdapat sungai-sungai yang mengalir deras, dengan konfigurasi topografi terjal, enam buah gunung/bukit dengan Gunung Binaya yang tertinggi (± 3.027 meter dpl).
Akses Mencapai Lokasi
Taman Nasional Manusela
Taman Nasional Manusela menawarkan dua gerbang masuk utama yang dapat dipilih sesuai preferensi petualangan pengunjung, yakni melalui pesisir utara atau selatan Pulau Seram. Akses utara umumnya melewati Desa Sawai dan Wahai yang dikenal dengan keindahan lautnya, sementara jalur selatan melalui Piliana dan Hatumete di Kecamatan Tehoru menjadi primadona bagi para pencinta tantangan. Jalur dari Hatumete khususnya sangat direkomendasikan bagi pendaki karena memiliki medan dengan tingkat kelerengan mencapai 30 persen yang menguji stamina.
Untuk mencapai kawasan ini dari Ambon, tersedia beberapa moda transportasi laut dan darat yang cukup terjadwal. Pengunjung bisa menggunakan feri harian dari Pelabuhan Liang menuju Masohi dengan waktu tempuh sekitar dua jam, lalu melanjutkan perjalanan darat ke Huaulu selama tiga jam. Opsi lainnya adalah menggunakan kapal cepat dari Pelabuhan Tulehu menuju Pelabuhan Amahai dengan durasi 90 menit, yang kemudian disambung dengan perjalanan mobil selama dua jam ke arah utara (Huaulu) atau tiga jam ke arah selatan (Hatumete).
Kondisi aksesibilitas saat ini telah mengalami efisiensi yang signifikan dibandingkan dengan masa lalu. Dahulu, perjalanan dari Ambon menuju Wahai membutuhkan waktu hingga 24 jam menggunakan kapal laut yang hanya beroperasi tiga kali seminggu. Begitu pula akses dari Masohi menuju Tehoru yang sebelumnya harus ditempuh menggunakan kapal motor selama sembilan jam sebelum akhirnya bisa menjangkau Desa Hatumete dan Desa Saunulu sebagai titik awal penjelajahan hutan.
Potensi Wisata
Taman Nasional Manusela
Tepi Merkele, Tepi Kabipoto, Wae Kawa
Cocok untuk yang hobi Menjelajahi hutan, panjat tebing, pengamatan satwa/tumbuhan.
Pasahari
Merupakan tempat pengamatan satwa rusa dan burung.
Wai Isal
Lokasi yang cocok untuk Berkemah, menjelajahi hutan, pengamatan satwa/tumbuhan.
Pilana
Lokasi untuk pengamatan kupu-kupu dan menjelajahi hutan.
Gunung Binaya, Surga bagi yang hobi dalam bidang pendakian, menjelajahi hutan dan air terjun.
Air Terjun Ninivala
Hatumete,tempat bagi para wisatawan untuk dapat menjelajahi kebudayaan warga lokal.serta memiliki tempat yg ekstrem bagi para petualang untuk menjelajah alam sekitar.[4]
Galeri
Bentangan pegunungan di wilayah Resort Masihulan, Taman Nasional Manusela. Obyek wisata yang terkenal di kalangan masyarakat adalah Pantai Ora, Maluku Tengah.