Takeran adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Magetan dan merupakan titik paling timur dari Magetan. Takeran berbatasan langsung dengan Kabupaten Madiun serta satu-satunya kecamatan di Magetan yang berbatasan dengan Kota Madiun.[1] Kecamatan ini menghubungkan Kota Madiun di timur dengan Gorang Gareng (salah satu pusat ekonomi Magetan timur) di sebelah barat. Pada tahun 2006, Kecamatan Takeran bagian selatan dimekarkan menjadi kecamatan baru bernama Nguntoronadi.[2]
Salah satu ikon dari kecamatan ini adalah pondok pesantren tua bernama Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) yang didirikan pada tahun 1880. Pesantren ini dikenal sebagai salah satu target utama penyerangan pada peristiwa Pemberontakan PKI 1948 yang banyak menimbulkan korban di kalangan pesantren. Di masa modern, PSM Takeran melahirkan beberapa tokoh penting nasional seperti Dahlan Iskan.[3][4]
Geografi
Peta lokasi Kecamatan Takeran
Takeran adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Magetan bagian timur. Takeran merupakan titik paling timur dari Magetan dengan desa paling timur adalah Madigondo yang berbatasan dengan Kota Madiun. Perbatasan Takeran bagian timur dengan Kota Madiun serta Geger di Kabupaten Madiun dibatasi oleh Bengawan Madiun. Sedangkan perbatasan Takeran di utara dibatasi oleh Kali Gandong. Geografi Takeran berupa dataran rendah yang didominasi oleh areal persawahan.
Batas wilayah Kecamatan Takeran adalah sebagai berikut:[5]
Pasar Takeran / Pasar Mangu - pasar tradisional di pusat kecamatan
Pasar Pon - pasar hewan di Desa Kiringan
Lapangan Takeran
Jembatan Pasopati penghubung Desa Madigondo di Takeran dengan Kota Madiun - jembatan tua bekas rel kereta yang dimanfaatkan warga untuk menyeberangi Bengawan Madiun