Takakia ditemukan di Himalaya oleh Mitten tahun 1861. Pada awalnya dianggap sebagai spesies (Lepidozia ceratophylla)[3] Pada pertengahan abad ke 20, Dr. Takaki dari Jepang menemukan tumbuhan yang mirip, sehingga perbedaan antara spesies ini dengan genus Lepidozia semakin tampak. Hal ini mengawali pemisahan spesies baru ini dan dikelompokkan dalam genus baru Takakia, pada tahun 1958. Nama Takakia diambil dari nama Dr. Kakaki yang berhasil mengamati perbedaan karakteristiknya.[2]
Klasifikasi Takakia, dan posisi filogeni nya di antara lumut daun.[4][5]
Referensi
123Stech, Michael; Frey, Wolfgang (2008). "A morpho-molecular classification of the mosses (Bryophyta)". Nova Hedwigia. 86: 1–21.
12Hattori, S.; Inoue, H. (1958). "Preliminary report on Takakia lepidozioides". Journal of the Hattori Botanical Laboratory. 18: 133–137.
↑Renzaglia, K. S., K. D. McFarland, & D. K. Smith. 1997. Anatomy and ultrastructure of the sporophyte of Takakia ceratophylla (Bryophyta). American Journal of Botany84(10): 1337-1350.
↑Goffinet, B. (2008). "Morphology and Classification of the Bryophyta". Dalam Bernard Goffinet & A. Jonathan Shaw (eds.) (ed.). Bryophyte Biology (Edisi 2nd). Cambridge: Cambridge University Press. hlm.55–138. ISBN978-0-521-87225-6.;
↑Goffinet, Bernard (2004). "Systematics of the Bryophyta (Mosses): From molecules to a revised classification". Monographs in Systematic Botany. Molecular Systematics of Bryophytes. 98. Missouri Botanical Garden Press: 205–239. ISBN1-930723-38-5.
Pranala luar
J. R. Spence & W. B. Schofield. 2005. Bryophyte Flora of North America: Takakiaceae