Risalah ini ditulis dengan gaya dialog antara sang penulis dengan klaim-klaim dari Imam Al-Ghazali yang termuat dalam kitab Tahafut al-Falasifah yang ditulis satu abad sebelumnya, di mana Imam Al-Ghazali mengkritik pemikiran neoplatonis yang digunakan oleh filsuf muslim seperti Ibnu Sina dan Al-Farabi. Risalah ini awalnya ditulis dalam Bahasa Arab, lalu kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa. Risalah ini dianggap sebagai tulisan penting dari Ibnu Rusyd;[2] di mana di dalamnya ia mencoba untuk membentuk keselarasan antara iman dan filsafat.