Pada tahun 2020 kelurahan ini memiliki penduduk sebesar 2.743 jiwa, terdiri dari 1.359 jiwa laki-laki dan 1.384 jiwa perempuan. Jumlah tersebut menjadikan Mubai sebagai kelurahan/desa dengan populasi terbesar kedua setelah Kelurahan Tes.[6] Bersama dengan Kutai Donok, Taba Anyar memiliki lebih banyak penduduk perempuan dibanding penduduk laki-laki.[6] Sebanyak 780 keluarga di kelurahan ini merupakan pelanggan listrik PLN.[7]
Antara 2019-2020, tidak tercatat ada kasus gizi buruk di kelurahan ini.[9] Fasilitas kesehatan yang ada di Taba Anyar adalah sebuah poliklinik.[10]
Sosial
Agama
Islam adalah agama mayoritas penduduk Taba Anyar. Terdapat tiga buah masjid dan sebuah musala di kelurahan ini.[11]
Suku bangsa dan bahasa
Suku Rejang adalah penduduk asli kelurahan Taba Anyar, dengan bahasa daerahnya, bahasa Rejang. Taba Anyar secara adat termasuk ke dalam Marga Suku VIII. Selain bahasa Rejang, bahasa Melayu juga dipakai secara luas, khususnya dalam berkomunikasi antarsuku bangsa. Bahasa Indonesia dipakai dalam situasi resmi, baik di sekolah, kantor (administrasi), plang papan nama jalan, maupun pengumuman atau khotbah.
Komunikasi dan Transportasi
Terdapat satu BTS dan tiga operator layanan telekomunikasi di daerah ini, dengan status sinyal kuat.[12] Kelurahan Taba Anyar berada pada Jalan Lintas Curup-Muara Aman, yang jalannya sudah beraspal dan dapat dilalui sepanjang tahun.[13]
Ekonomi
Salah satu dari pasar mingguan (pekan) di Lebong Selatan berada di Taba Anyar. Pekan tersebut berlangsung setiap hari Rabu dan digelar di pinggir jalan, tanpa bangunan.[14] Selain pekan ada pula satu minimarket swalayan, 27 warung kelontong, dan sembilan kedai makanan di kelurahan ini.[15]
"Peraturan Bupati Lebong No. 4 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pengalokasian, Pembagian dan Penetapan Rincian Alokasi Dana Desa Setiap Desa dalam Kabupaten Lebong Tahun Anggaran 2020". Lampiran,per(PDF). Bupati Lebong. hlm.10.[pranala nonaktif permanen]