Dalam astronomi, sizigi (/ˈsɪzədʒi/ SIZ-ə-jee; dari bahasa Yunani Kuno συζυγία (suzugía) yang berarti ‘persatuan, pengaitan’, berasal dari kata σύν (syn- "bersama") dan ζυγ- (zug- "yuk"))[1] adalah konfigurasi garis lurus dari tiga atau lebih benda langit dalam suatu sistem gravitasi. Fenomena ini terjadi ketika tiga atau lebih benda langit berada pada satu garis lurus, yang dapat memengaruhi peristiwa astronomi dan geofisika tertentu.[2]
Istilah sizigi umum digunakan untuk menggambarkan hubungan antara Matahari, Bumi, dan Bulan, atau Matahari, Bumi, dan planet tertentu, di mana benda langit terakhir berada dalam posisi konjungsi atau oposisi. Peristiwa gerhana Matahari dan Bulan terjadi saat terjadi sizigi, demikian pula fenomena transit planet dan okultasi antar-benda langit.[3]
Jenis
Sizigi dapat menghasilkan beberapa fenomena astronomi:
Okultasi terjadi ketika benda yang tampak lebih besar melewati di depan benda yang tampak lebih kecil, sehingga benda yang lebih kecil tertutupi dari pandangan pengamat.
Transit terjadi ketika benda yang lebih kecil melewati di depan benda yang lebih besar, tampak sebagai titik kecil yang bergerak melintasi permukaan benda yang lebih besar. Dalam kasus gabungan, ketika benda yang lebih kecil secara rutin melakukan transit di depan benda yang lebih besar, okultasi juga dikenal sebagai gerhana sekunder.
Gerhana terjadi ketika suatu benda sepenuhnya atau sebagian menghilang dari pandangan, baik akibat okultasi, seperti pada gerhana Matahari, maupun karena memasuki bayangan benda lain, seperti pada gerhana Bulan.[4][5]
Dampak
Cincin Einstein
Sinar elektromagnetik dapat dipengaruhi oleh gravitasi, ketika melewati suatu massa yang sangat besar, lintasannya akan mengalami pembelokan. Akibatnya, massa besar tersebut berfungsi sebagai lensa gravitasi yang membelokkan dan memperbesar cahaya dari sumber di belakangnya. Apabila sumber cahaya, massa pengaruh gravitasi, dan pengamat berada pada satu garis lurus, maka terbentuklah fenomena yang dikenal sebagai cincin Einstein.[6][7][8]
Variasi pasang surut
Sizigi menyebabkan terjadinya fenomena pasang surut musim semi yang terjadi secara berkala setiap dua minggu. Pada saat bulan baru dan bulan purnama, Matahari dan Bulan berada dalam posisi sizigi sehingga gaya gravitasi keduanya saling memperkuat. Hal ini menyebabkan tinggi pasang air laut meningkat di atas rata-rata, sedangkan surutnya menjadi lebih rendah dari biasanya.[9] Variasi pasang surut ini tidak hanya terjadi pada laut, tetapi juga dapat terdeteksi pada kerak Bumi dalam bentuk pasang surut Bumi yang dalam beberapa penelitian diduga berpengaruh terhadap frekuensi dan distribusi gempa bumi.[10][11][12]
Kasus Ekstraterestrial
Istilah syzygy digunakan untuk menggambarkan konfigurasi khusus atau menarik dari objek-objek astronomi yang berada dalam satu garis lurus. Salah satu contoh terjadi pada 21 Maret 1894 sekitar pukul 23:00 GMT, ketika Merkurius melintas di depan Matahari jika dilihat dari Venus, dan pada saat yang sama Merkurius serta Venus melintas di depan Matahari dari perspektif Saturnus. Peristiwa serupa tercatat pada 3 Juni 2014, ketika penjelajah Curiosity di Mars mengamati transit Merkurius di depan Matahari, menandai pertama kali transit planet diamati dari benda langit selain Bumi.[13]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.