Kehidupan awal
Ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Lahir dari keluarga penggemar komik, ibunya pembaca cerita bergambar dan ayahnya suka menulis dan menggambar komik-komik pendek dengan jurus silat.[1]
Bakat menggambar diperoleh dari keluarganya terutama ayahnya sebagai guru menggambar.[2]Ayahnya sendiri merupakan komikus dan penulis otodidak yang mengeksplorasi ranah geografi.[3] Sedangkan Ibunya adalah penggemar komik, sejak kecil Sweta terbiasa membaca komik di toko persewaan komik milik pamannya.[4]
Pada 2004 ia berkuliah di Insitut Teknologi Bandung jurusan desain komunikasi visual. Ia melanjutkan studi master pada almameter yang sama dari 2011 sampai 2013.[1]
Perjalanan Karir
Pada 2007 ia bekerja di sebuah penerbit buku, kemudian menjadi ilustrator lepas pada 2009 sampai 2010. Bekerja di biro iklan lalu menjadi komikus.[1] Karya-karya Sweta terdiri atas beragam genre, mulai romantis sampai ke genre misteri. Beragam media, baik digital maupun nondigital, digunakan untuk mempublikasikan karyanya. Mulai dari cerpen, novel grafis, lagu, siniar, komik, komik digital, maupun ilustrasi.
Bersama teman-temannya Sweta mendirikan studio ilustrasi dan desain yang diberi nama Wanara Studio, sebagai pendukung untuk dirinya dalam berkarya dengan ciri khas visual tradisi nusantara[1] Wanara Studio didirikan tanggal 10 Oktober 2010 oleh Bima Nurin Aulan, Habibi Putranto, Dian Efendy, serta Sweta Kartika. Keempatnya merupakan alumni dari DKV ITB tahun 2004 dengan jurusan Desain Grafis.[5]. Produk utama dari studio ini antara lain brand identity, logo, company profile, editorial design, web design, motion graphic, infographic, short animation, dan sebagainya. Sweta sendiri berperan sebagai art director dan senor ilustrator.
Tahun 2015, Sweta Kartika membuat satu komik bergenre fiksi ilmiah berjudul H2O:Reborn yang berlatar di masa depan paska apokalips. Secara singkat komik ini menceritakan tentang manusia yang hidup dengan mesin serta didampingi robot. Seluruh karakter dalam komik ini, manusia, robot, atau sistem artificial intelligence, merujuk kisah pewayangan, Ramayana[6]
Wanara merupakan salah satu karya serial komik yang dibuatnya, yang berlatar fiksi ilmiah dengan Seta dan Lima Mandala melawan kejahatan Bos Panda. Komik ini awalnya dimuat sebagai seri komik dalam webkomik Makko pada Mei 2011 dan dikerjakan semenjak Desember 2010, saat dia menempuh program master. Mengusung konsep dan nilai spiritualitas, komik ini menitikberatkan pada keseimbangan. Misalnya ketika salah satu variabel hilang, keseimbangan alam akan rusak dan akan berusaha beradaptasi untuk mengkompensasinya.[7]
Karya Sweta yang lain adalah komik Spalko ( terbit tahun 2018) yang menonjolkan nilai woman empowerment, melalui tokoh utamanya yang bernama Tesla. Tesla sendiri adalah superhero yang memiliki kekasih bernama Janus yang hanya manusia biasa. [8]
Sebelum menjadi komikus, tahun 2007, Sweta secara pribadi tertarik pada genre horor tetapi kebingungan untuk memulai berkarya.[9] . Sweta mulai memikirkan karya bergenre horor dengan subgenre thriller dan petualangan sejak 2018. Hasil pemikirannya ini kemudian dituangkan dalam karya novel grafis berjudul Journal of Terror yangterbit tahun 2019. Kekuatan novel horror ini adalah karakter yang mengalami beragam peristiwa berdasarkan cerita mengenai banyak anak indigo yang tidak memiliki kemampuannya membedakan arwah. Hal ini yang kemudian diolahnya menjadi cerita untuk karakter Prana tokoh utama dalam serial ini.[10] Journal of Terror kemudian berkembang menjadi audioseries yang memasuki season 2 pada tahun 2022[11]