Selama berada dibawah pembinaan Wing Operasi 001, Sutria mempunyai riwayat penugasan yang agak unik. Pada saat ia menjabat sebagai Kepala Dinas Operasi, ia juga menjabat sebagai Kepala Dinas Personil di staf Wing Operasi 001. Kemudian, ketika ia menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 17, ia juga merangkap jabatan sebagai Pjs. Kepala Dinas Operasi Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, sekaligus juga menjabat selaku Pjs. Komandan Wing Operasi 001.
Pendidikan
Pendidikan jenjang dan pengembangan khusus yang pernah diikutinya antara lain, Sekolah Standardisasi Perwira (setara dengan SIS), Sekkau, Seskoau, Sekolah Instruktur Penerbang (type rating), Kursus Intelijen Strategis sebagai persiapan sebelum menunaikan tugas sebagai Atase Pertahanan, dan Kursus Lemhannas. Sekembali dari tugas Atase Pertahanan di KBRI Madrid Spanyol, beberapa jabatan strategis pernah diembannya, tetapi jabatan Komandan Komando Pendidikan TNI-AU (Kodikau) adalah merupakan jabatannya yang terakhir sebelum dilantik menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara pada tanggal 15 Maret 1996 menggantikan MarsekalTNIRilo Pambudi. Seperti para pendahulunya, jabatan Duta Besar selalu menanti setelah purna bhakti dari dinas kemiliteran, Sutria pun mendapat kesempatan tersebut. Namun bukan di Madrid, akan tetapi di negeri Gajah Putih, Thailand, yang dijalaninya selama tiga tahun.
Tanda Jasa
Puluhan tanda jasa dan tanda kehormatan yang dianugerahkan Negara atas pengabdiannya bagi bangsa dan Negara, diantaranya adalah: