Keberadaan Desa Surodadi tidak lepas dari cerita rakyat atau pendiri Desa Surodadi Yaitu Mbah Kyai Hasan Khoir, Beliau prajurit dari Mataram. Pada waktu itu Kesultanan Mataram dipimpin oleh Sultan Agung Pada Tahun 1628 M. Pada waktu itu Sultan Agung mengirim pasukan ke Batavia mengikuti pasukan Mataram yang dipimpin oleh Pangeran Tumenggung Bahurekso atau Bupati Kendal saat itu, Sebagai angkatan perang Mataram Utara, setelah di Batavia angkatan perang dari Mataram kalah dan banyak yang tewas dan juga banyak yang selamat termasuk Kyai Hasan Khoir yang pulang kembali ke Kendal. Prajurit yang masih hidup banyak yang lari ke hutan mereka akhirnya mendirikan daerah-daerah atau desa-desa seperti Pangeran Sambong, Kyai Kendil Wesi, Kyai Gentong Lontong, Kyai Krinci, Ki Demang Sulang dan juga mbah Hasan Khoir yang membuka Desa Surodadi.[1]
Potensi Desa Surodadi terletak pada industri desa, UMKM, pertanian, dan peternakan, serta posisi strategis di jalur Pantura. Desa ini dikenal sebagai desa industri dengan aktivitas ekonomi yang ramai, serta memiliki UMKM yang memberdayakan warga melalui produk seperti keripik dan jamu yang dipasarkan secara daring. Potensi lainnya adalah sektor peternakan, khususnya bebek, yang sistem gaduh (bagi hasil) dan hasilnya menjadi sumber bahan baku UMKM.[2]
Desa ini memiliki ikon populer berupa "ganjel truk" di jalur Pantura yang sudah dikenal sejak puluhan tahun, menunjukkan aktivitas ekonomi dan lalu lintas yang ramai di wilayah tersebut.[3]
Desa Surodadi dikenal sebagai desa industri. Keberadaan kawasan industri sering kali mengindikasikan perkembangan infrastruktur dan ekonomi yang lebih pesat dibandingkan daerah agraris atau pemukiman biasa.[4]
Administratif
Dukuh
Desa Surodadi terdiri dari 4 dukuh yaitu:
Sidorejo
Ringinsari
Surodadi
Penjalin
Subdukuh
Ada beberapa wilayah dibawah dukuh yaitu:
Jentolsari
Basecamp
Blendo
Nganjulsari
RT/RW
Desa Surodadi terdiri dari 4 RW dan 10 RT yaitu:
RW 01 = RT 01 sampai RT 02
RW 02 = RT 03 sampai RT 05
RW 03 = RT 06 sampai RT 08
RW 04 = RT 09 sampai RT 10
Ekonomi dan Budaya
Ikon "Ganjel Truk": Desa Surodadi dikenal secara luas di jalur Pantura karena produk khasnya, yaitu "ganjel truk" (penyangga roda truk). Produk lokal ini telah populer puluhan tahun dan menjadi ikon vital bagi sopir truk yang melintas.
Pengelolaan UMKM: Desa ini berhasil mengelola UMKM dan ketahanan pangan dengan baik, yang menarik kunjungan kaji banding dari daerah lain.
Kegiatan Budaya: Desa Surodadi rutin mengadakan karnaval kemerdekaan tahunan yang meriah, melibatkan ribuan warga dan menjadi agenda tetap desa, menunjukkan kehidupan sosial budaya yang aktif.[5]
Status Desa Industri: Secara umum, desa ini memiliki status sebagai desa industri, terdapat banyak pabrik di desa ini, terlihat seperti kawasan industri versi mini.
Perkembangan
Desa Surodadi di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, telah menunjukkan perkembangan signifikan yang berfokus pada pembangunan infrastruktur vital dan peningkatan tata kelola pemerintahan desa. Perkembangan terbaru pada tahun 2024 mencakup selesainya rehabilitasi Jembatan "Suromadu" yang krusial bagi akses ekonomi dan sosial warga, serta mendukung akses ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).[6]
Selain itu, desa ini mendapatkan pengakuan atas tata kelola keuangannya yang baik, terbukti dengan masuknya Surodadi dalam seleksi perluasan program desa anti korupsi (2024), menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi dan pelibatan masyarakat dalam pembangunan. Secara ekonomi, desa ini terus mempertahankan identitasnya sebagai sentra industri rumahan "ganjel truk" (penyangga roda truk) yang legendaris di jalur Pantura, menjadikannya desa industri yang berprestasi dan menjadi rujukan bagi daerah lain dalam pengelolaan potensi lokal.[7]
Aspek digitalisasi melengkapi perkembangan desa ini, mengukuhkan Desa Surodadi sebagai Juara 1 Desa Digital tingkat Kabupaten Batang. Prestasi ini diraih berkat penerapan sistem layanan surat-menyurat secara online melalui website resmi desa (surodadi-gringsing.desa.id), yang memudahkan warga dan meningkatkan efisiensi administrasi. Transparansi informasi juga ditekankan melalui media sosial dan website, didukung oleh pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang memastikan komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga berjalan lancar dan cepat. Inisiatif digital ini menjadikan Surodadi desa percontohan dalam pemanfaatan teknologi untuk pelayanan publik dan keterbukaan informasi.[8]
Sekolah
Di Desa Surodadi terdapat 6 Sekolah yaitu:
PAUD Az-zahra Surodadi
TK Mardisiwi Surodadi
RA Masyitoh Surodadi
SD Negeri Surodadi
MI Islamiyah Surodadi
SMP Negeri 2 Gringsing
Tim Olahraga
Garema FC (Sepak Bola)
SVC (Bola Voli)
PB Bintaru (Bulu Tangkis)
Referensi
↑"Sejarah Desa Surodadi". www.surodadi-gringsing.desa id (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2022-06-20. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)