Surga yang Tak Dirindukan adalah film dramaIndonesia yang dirilis pada tahun 2015. Diangkat dari sebuah novel karya Asma Nadia dengan judul yang sama, film ini dibintangi oleh Fedi Nuril sebagai Prasetya, seorang arsitek yang terpaksa menikahi seorang wanita depresi demi menyelamatkan nyawanya, Laudya Cynthia Bella sebagai Arini, istri dan cinta sejati Prasetya, dan Raline Shah sebagai Meirose, seorang wanita depresi yang diselamatkan oleh Prasetya dan menimbulkan berbagai konflik dalam rumah tangga Prasetya dan Arini.
Surga yang Tak Dirindukan dirilis perdana pada tanggal 15 Juli 2015,[1] dan langsung menjadi salah satu film paling sukses yang dirilis tahun itu. Walaupun pada awalnya Comic 8: Casino Kings berada di atas film ini dari segi jumlah penonton, tetapi kemudian film ini berhasil menyusul hingga mencapai lebih dari 2 juta penonton.
Berkat kesuksesan film ini, MD Pictures memproduksi sekuel dari film ini. Sebuah teaser berdurasi empat menit dari sekuel film ini dirilis bulan Oktober 2016, dan ditayangkan pada tanggal 15 Desember 2016. Seluruh tim produksi film ini kembali menangani film sekuel tersebut, dan aktor Reza Rahadian ikut tergabung dalam sekuel film tersebut.
Sinopsis
Pernikahan Arini (Laudya Cynthia Bella) dan Pras (Fedi Nuril) mendatangkan kebahagiaan dengan hadirnya Nadia, putri mereka. Pras yang baik dan setia selalu menenangkan Arini. Berbagai kisah perselingkuhan di sekelilingnya, termasuk sahabat dekatnya, tidak sekalipun mengusik kepercayaan Arini terhadap sang suami. Arini pun berusaha mengabdikan diri sepenuh hati sebagai ibu dan istri.
Perjalanan takdir kemudian berujung ujian bagi cinta Arini dan Pras. Suatu hari, dalam perjalanan menuju kantor, Pras harus menolong korban yang mengalami kecelakaan mobil. Alangkah kagetnya Pras saat mengetahui korbannya adalah seorang perempuan dalam balutan baju pengantin.
Meirose (Raline Shah) berusaha bunuh diri setelah laki-laki yang berjanji menikahi ternyata menipunya. Padahal di perutnya ada janin berusia tujuh bulan. Meirose berhasil diselamatkan, tetapi mengalami koma, sementara anak laki-lakinya, Akbar, lahir dengan selamat.
Pras tidak tega meninggalkan bayi dan ibu yang ternyata hidup sebatang kara tersebut. Di luar dugaan, Meirose melakukan percobaan bunuh diri lagi. Beruntung Meirose diselamatkan Pras. Pras jatuh kasihan pada Meirose. Meirose meminta Pras untuk menikahinya.
Tidak disangka, Meirose sangat berbahagia dengan pernikahannya dengan Pras. Meirose merasa terharu dan bahagia bisa dinikahi oleh laki-laki sebaik Pras. Dengan demikian Pras melakukan poligami.
Pras makin hari makin merasa bersalah pada Arini. Saat Pras berusaha menceritakan poligaminya pada Arini, ayah Arini meninggal. Suasana makin berat bagi Pras saat mendengar pengakuan ibu Arini kalau ayahnya juga poligami. Demi kebahagiaan Arini, ibu merahasiakan poligami ayahnya dan ikhlas menerima takdirnya.
Akhirnya kenyataan poligami Pras diketahui juga oleh Arini. Bahtera perkawinannya yang ideal, runtuh seketika.