Sungai Edo (bahasa Jepang: 江戸川, Edo-gawa) merupakan sungai yang terletak di wilayah Kantō, Jepang. Sungai ini bermula dari Sungai Tone di ujung utara Kota Noda, Distrik Sekiyado, mengalir melalui Nagareyama dan Matsudo, lalu bermuara ke Teluk Tokyo di Ichikawa, Prefektur Chiba. Sungai Edo juga menjadi batas alami antara Prefektur Tokyo, Chiba, dan Saitama, dengan panjang mencapai 59,5 kilometer (37,0 mi).[1][2][3]
Beberapa artefak dan peninggalan yang berkaitan dengan perahu, kegiatan memancing, dan kehidupan di Sungai Edo telah diakui sebagai aset budaya oleh pemerintah prefektur. Contohnya, di Saitama terdapat koleksi “shipwright’s tools and fishing‑boat from the Edo River” yang resmi ditetapkan sebagai properti budaya.[4] Keberadaan sungai ini juga sering dimanfaatkan untuk tujuan penanggulangan bencana. Pemerintah Jepang membangun terowongan dan kanal bawah tanah besar untuk mengalihkan air banjir ke Sungai Edo karena cekungan antara sungai‑sungai besar termasuk Sungai Edo sangat rawan tergenang.[5]
Sejarah
Awalnya, aliran Sungai Edo merupakan bagian dari aliran bawah Sungai Tone. Pada tahun 1654, Keshogunan Tokugawa mengalihkan Sungai Tone untuk melindungi kota Edo dari banjir. Sungai Edo kemudian dimanfaatkan untuk menghubungkan wilayah utara dan timur Kantō dengan ibu kota, terutama untuk mengangkut kargo dalam jumlah besar dari Chōshi dan kota-kota pesisir Samudra Pasifik menuju pedalaman.[3] Sebelum wilayah Tokyo mengalami industrialisasi, sungai ini juga digunakan untuk membudidayakan akar teratai.[1] Pada tahun 1910, bencana banjir yang berasal dari sungai ini hampir menghancurkan sebuah jembatan dan kejadian tersebut didokumentasikan dalam sebuah foto yang kini terdapat di Museum Tokyo.[6] Di masa kini, selain fungsi transportasi, tepi sungai ini juga sering digunakan sebagai ruang terbuka hijau, area rekreasi dan lapangan olahraga.[7]
Pada tahun 2013, pemerintah Tokyo merencanakan penguatan dan pembangunan tanggul di sekitar Sungai Edo dan Arakawa di Edogawa, Tokyo yang akan memakan biaya triliunan yen untuk menanggulangi potensi “banjir sekali dalam 200 tahun”.[8]
Dalam budaya populer
Sungai Edo beserta Kota Nagareyama menjadi inspirasi dari sebuah kota fiktif bernama Kota Nagarekawa (bahasa Jepang: 流川町, Nagarekawa-machi) yang berada di serial manga dan anime berjudul Futsū no Joshikōsei ga Locodol Yattemita.[9]
Referensi
12"Edogawa". Encyclopedia of Japan. Tokyo: Shogakukan. 2012. OCLC56431036. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-08-25. Diakses tanggal 2025-11-03.
↑"江戸川"[Edo River]. Dijitaru Daijisen (dalam bahasa Jepang). Tokyo: Shogakukan. 2012. OCLC56431036. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-08-25. Diakses tanggal 2025-11-03.
12"江戸川"[Edo River]. Nihon Kokugo Daijiten (dalam bahasa Jepang). Tokyo: Shogakukan. 2012. OCLC56431036. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-08-25. Diakses tanggal 2025-11-03.