Pada zaman dahulu kala ada seorang pertapa dari Mataram yang datang ke arah Timur. Kemudian, dia melewati sebuah hutan yang sangat angker dan belum terjamah oleh manusia manapun. Ternyata dia merencanakan untuk bertapa atau bersemadi di daerah itu. Dia lalu menemukan sebuah pohon besar yang kemudian digunakannya untuk bersemadi di salah satu cabangnya. Setelah berbulan-bulan bertapa di atas pohon, sang pertapa belum juga mendapatkan wangsit apapun dari Dewata. Sampai kemudian tubuhnya melemas,dan tersandar di batang pohon itu. Ketika tubuhnya melemas tak sadarkan diri, tiba-tiba ada bisikan yang mengatakan bahwa semadinya harus di batalkan, cukup sampai di sini. Petapa itu terbangun, dan kemudian membatalkan semadinya. Dengan tubuh yang masih lemas, dia berjalan mendekati batu besar tak jauh dari situ. Kemudian dia menuliskan sebuah kata-kata di batu tersebut dengan kalimat dan tulisan huruf jawa lama.
Isi dari tulisannya adalah ” barang siapa yang kelak menemukan hutan ini, wilayah ini harus di beri nama Sumampir atau Semampir yang artinya Sumampir: Sang Kusuma Mampir. Semampir: Semampiring Ragaku ing pang kayu ” setelah menuliskan prasasti itu sang pertapa menghilang entah ke mana.”
Geografi
Desa Sumampir terletak di wilayah Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga.