Duli Yang Maha Mulia Sultan Yang di-Pertuan bagi Negeri dan Jajahan Takluk Johor Darul Takzimcode: ms is deprecated سلطان يڠ دڤرتوان باڬي نڬري دان ججهن تعلوق جوهر دارالتعظيم
Kesultanan
Sedang berkuasa
Sultan Ibrahim sejak 23 Januari 2010 23 Maret 2015 (naik takhta)
Sultan Johor (bahasa Melayu: [Sultan Johor] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan); Jawi:سلطان جوهرcode: ms is deprecated ) adalah jabatan turun-temurun dan penguasa tertinggi negara bagian Johor di Malaysia. Di masa lalu, sultan memegang kekuasaan absolut atas negara bagian dan dibantu oleh seorang bendahara. Saat ini, peran bendahara telah diambil alih oleh Menteri Besar dalam sistem monarki konstitusional melalui Konstitusi Negara Bagian Johor. Sultan adalah kepala negara konstitusional Johor. Sultan memiliki pasukan militer independennya sendiri, yaitu PasukanPengawal Setia Johor (bahasa Melayu: [Askar Timbalan Setia Negeri Johor] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)). Sultan juga merupakan Kepala Islam di Johor.[1] Selain itu, penguasa atau Raja Johor ini juga bergelar Yang Dipertuan Besar Johor.
Tumenggung Johor. Bersepakat dengan Pemerintah Jajahan Negeri-Negeri Selat di Singapura dengan menerima uang sejumlah 5.000 dolar dan mendapatkan jatah bulanan sebesar 500 dolar. Mengganti nama ibukota menjadi Iskandar Puteri. Sempat memerintah dari Teluk Belanga, Singapura