Sejarah
Nenek moyang penduduk Kampung Kwerba berasal dari Dusun Sanem di sekitar kawasan Edi Valen (bagian Sungai Mamberamo dekat Kasonaweja dan Burmeso) yang kemudian tinggal berpindah-pindah karena peperangan antar suku dan kampung. Sekutu Kwerba adalah Papasena dan Kasonaweja, sedangkan musuhnya adalah Burmeso, Sikari, dan Kures. Selain itu perpindahan diakibatkan karena penyakit atau sumber daya alam yang menipis.[3]
Dari Sanem, mereka berpindah ke Dusun Ahomo (Kali Hanem), lalu Kali Mayau, di sekitar Kali Tabiri, pinggir Telaga Mowam, pinggir Kali
Wiri, pinggir Kali Siri, pinggir Kali Ibem, muara
Kali Hehetem, pinggir Kali Hanem, hingga kembali
lagi ke muara Kali Mayau setelah tahun 1963.[3]
Dari muara Kali Mayau, masyarakat Kwerba
terpencar ke tiga lokasi. Oleh pemerintah RI saat itu mereka diminta untuk kembali di satu tempat yaitu Kali Tabiri. Atas saran Pendeta asal Yunani bernama Konstan Makris setelah bertemu dengan Korano Agus Tawane, Eli Maner, Isak Tawane dan Paulus
Tawane di Taiyeve, Mamberamo Hulu, dibangunlah Kampung baru pada tahun 1974 di dekat Muara
Kali Wiri karena memiliki tanah yang rata sehingga bisa dibangun landasan pacu pesawat terbang. Lokasi ini menjadi lokasi Kampung Kwerba sekarang.[3]
Marga
Terdapat lima marga asli dari penduduk Kampung Kwerba atau suku Nobuk, yaitu:[3]
- Tawane, dari Kali Mayau
- Meop, dari Kali Mayau
- Haciwa, dari Kali Tabiri
- Maner, dari Telaga Mowam
- Karawata, dari Telaga Mowam
Kemudian beberapa marga luar masuk dari Kampung Papasena, Kasonaweja, Burmeso, Marina
Valen melalui perkawinan atau akibat tawanan
perang.
Setiap klan dimpimpin oleh kepala klan, dan merupakan pemilik tanah di sekitar anak-anak sungai yang sumber daya alamnya bisa dimanfaatkan. Klan pendatang yang menetap di Kampung Kwerba karena menikahi anggota dari klan lokal, sehingga diberi hak untuk memanfaatkan wilayah tersebut.[4]
Pembagian wilayah adat:[4]
- Tawane, menguasai anak-anak sungai/kali: Sungai Mayau, Sungai Ani, Sungai Kanang
- Meop, menguasai anak-anak sungai/kali: Sungai Arisi, Sungai Not
- Tasti, berasal dari suku Tauraf (Burumeso) bukan pemilik tanah tetapi boleh memanfaatkan: Sungai Arisi dan Sungai Not
- Bilasi, berasal dari suku Kauwera di Kasonaweja bukan pemilik tanah tetapi boleh memanfaatkan: Sungai Arisi dan Sungai Not
- Kho, berasal dari suku Orawa di Marina Valen bukan pemilik tanah tetapi boleh memanfaatkan: Sungai Arisi dan Sungai Not
- Haciwa, menguasai anak-anak sungai/kali: Sungai Watab, Sungai Tabiri
- Maner, menguasai anak-anak sungai/kali: Sungai Tabiri, Sungai Mowam, Sungai Wiri, Sungai Siri
- Abiasit, bukan pemilik tanah tetapi boleh memanfaatkan: Sungai Wiri
- Karawata, menguasai anak-anak sungai/kali: Sungai Mayau