Sujud Pribadi (lahir 14 September 1965) adalah politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Malang periode 2000–2001 dan Bupati Malang selama dua periode, yakni 2001–2005 dan 2005–2010.[1]
Karier
Sujud Pribadi memulai karier politiknya sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kabupaten Malang pada periode 1999–2000. Ia kemudian terpilih sebagai Wakil Bupati Malang hasil pemilihan oleh DPRD setempat pada awal era reformasi tahun 2000. Setelah wafatnya Bupati Malang saat itu, Ir. Moch. Ibnu Rubianto, M.BA., Sujud dilantik menjadi Bupati Malang untuk periode 2001–2005.[2]
Pada periode keduanya (2005–2010), Sujud berpasangan dengan Rendra Kresna dari Partai Golkar. Kepemimpinan keduanya dinilai berjalan seimbang: Sujud lebih banyak berinteraksi langsung dengan masyarakat, sedangkan Rendra memperkuat sisi administratif pemerintahan.
Selama menjabat, Sujud Pribadi dikenal dengan gaya kepemimpinan yang sederhana dan dekat dengan masyarakat. Ia kerap melakukan kunjungan ke pelosok-pelosok desa dengan mengendarai sepeda motor untuk meninjau kondisi warga dan mendengarkan aspirasi mereka. Dalam berbagai kesempatan, ia bahkan diikuti oleh para kepala dinas dan camat yang turut mendampingi kegiatannya di lapangan.
Filosofi hidup yang dipegangnya adalah Sepi ing pamrih, rame ing gawe, nrimo ing pandum, yang bermakna tidak pamrih, bekerja keras, dan ikhlas dalam pengabdian. Prinsip tersebut tecermin dalam gaya kepemimpinannya yang sederhana tetapi tegas.[4]
Sujud juga dikenal menolak budaya Asal Bapak Senang (ABS) di lingkungan birokrasi, serta menekankan pentingnya pelayanan publik yang jujur dan beretika. Salah satu kebijakan yang menonjol pada masa pemerintahannya adalah peniadaan pemberian parsel Lebaran bagi pegawai negeri sipil pada tahun 2005, sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan dan komitmen terhadap semangat Antikorupsi.[5]
Kehidupan pribadi
Sujud Pribadi lahir di Desa Glanggang, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Islam Malang (Sarjana Sosial) dan Universitas Merdeka Malang (Sarjana Ekonomi). Ia menikah dengan Martiyani Setyaningsih dan dikaruniai anak-anak.
Usai tidak menjabat sebagai bupati, Sujud aktif berdagang dan berwirausaha, serta tetap berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Ia dikenal sebagai tokoh yang tetap rendah hati dan nasionalis, serta tentang pengabdian kepada rakyat dan bangsa.[4]