Nama umum bahasa Inggris-nya mengacu pada pilihan hewan ini untuk memakan nektar manis, dan kemampuannya untuk meluncur di udara, seperti bajing terbang.[9]Nama ilmiahnya, Petaurus breviceps, diterjemahkan dari bahasa Latin sebagai "penari-tali berkepala pendek", yang mengacu pada untuk akrobatik hewan ini di kanopi.[10] Nama umum hewan ini di Kepulauan Maluku disebut tikus kelapa, dikarenakan kebiasaannya diatas pohon kelapa, sedangkan dalam bahasa lain di indonesia berupa mangasisoi (Numfor), panuk naway (Lani Ilaga), unundawe (Lani Kuyawage), sirsik (Kai Besar), wuyih (Ma'yaSalawati).[11]
Ciri-ciri
Ciri utama wupih sirsik adalah membran meluncurnya, disebut sebagai patagium, yang terbentang dari kaki depan hingga kaki belakang,[12] satu di setiap sisi samping tubuh. Meluncur merupakan cara efisien untuk mencapai makanan dan menghindari pemangsa. Hewan ini tertutupi rambut lembut berwarna abu-abu muda sampai cokelat muda yang memiliki countershading, yaitu memiliki bagian bawah yang lebih terang.
↑Tate & Archbold, 1935; subspecies P. b. tafa considered a synonym of species P. breviceps[5]
↑P. b. flavidus (Tate and Archbold, 1935) considered a synonym of P. b. papuanus (Thomas 1888)
↑Subspecies (former) P. b. biacensis provisionally considered species: P. biacensis (Biak glider). "Helgen (2007) states that Petaurus biacensis is likely to be conspecific with P. breviceps. P. biacensis appears to differ from the latter mainly by having a higher incidence of melanism (Helgen 2007). We provisionally retain P. biacensis as a separate species pending further taxonomic work, thus following what has become standard treatment (e.g., Flannery 1994, 1995; Groves 2005)."[6]
↑Salas, L., Dickman, C., Helgen, K., Winter, J., Ellis, M., Denny, M., Woinarski, J., Lunney, D., Oakwood, M., Menkhorst, P. & Strahan, R. (2016). Petaurus breviceps. The IUCN Red List of Threatened Species. DOI:10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T16731A21959798.en
↑Leary, T., Wright, D., Hamilton, S., Singadan, R., Menzies, J., Bonaccorso, F., Salas, L., Dickman, C. & Helgen, K. (2008). Petaurus biacensis. In: IUCN 2013. IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.2.
↑Maryanto, Ibnu; Achmadi, Anang Setiawan; Sinaga, Martua Hasiholan (2007). Nama Daerah Mamalia Indonesia(PDF). Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia & Perhimpunan Biologi Indonesia.
↑Endo, H; Yokokawa, K; Kurohmaru, M; Hiyashi, Y (1998). "Functional anatomy of gliding membrane muscles in the sugar glider (Petaurus breviceps)". Annals of Anatomy. 180: 93–96. doi:10.1016/S0940-9602(98)80149-0.
↑Smith, Meredith J. (13 June 1973). "Petaurus breviceps". Mammalian Species (30): 1–5. doi:10.2307/3503785.
Beld, John van den (1992). Nature of Australia: a portrait of the island continent (Edisi Revised). Sydney: Collins Australia. ISBN0-7333-0241-6.
Cayley, [by] Ellis Troughton; with twenty-five plates in colour by Neville W. (1973). Furred animals of Australia (Edisi Rev. and abridged). Sydney: Angus & Robertson. ISBN0-207-12256-3. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)