Banyak universitas dan kolese religius dan sekuler menyediakan mata kuliah studi biblika, biasanya di departemen studi agama, teologi, studi Yahudi, sejarah, atau sastra bandingan. Para sarjana biblika belum tentu memiliki komitmen iman pada teks yang mereka pelajari, tetapi banyak yang memiliki komitmen tersebut.
Definisi
Oxford Handbook of Biblical Studies mendefinisikan bidang ini sebagai sekumpulan berbagai disiplin ilmu, dan dalam beberapa kasus merupakan disiplin ilmu yang independen, untuk mempelajari kumpulan teks kuno yang secara umum dikenal sebagai Alkitab.[1] Disiplin ilmu ini mencakup, tetapi tidak terbatas pada, kritik sejarah, arkeologi, hermeneutika, kritik tekstual, antropologi budaya, sejarah, sejarah interpretasi, sosiologi, teologi, dan patristik.
Referensi
↑Introduction to Biblical Studies, Second Edition by Steve Moyise (Oct 27, 2004) ISBN0567083977 pages 11–12