Still in Love (Jepang:スティルインラブcode: ja is deprecated ; 2 Mei 2000 – 2 Agustus 2007) adalah kuda pacu dan indukankuda rasunggul asal Jepang. Setelah memenangkan satu-satunya perlombaannya saat masih muda, ia menjadi kuda betina terbaik di generasinya di Jepang, memenangkan Oka Sho, Yushun Himba, dan Shuka Sho untuk melengkapi Japanese Fillies' Triple Crown (Tiga Mahkota untuk Kuda Betina) pada tahun 2003. Ia tetap berlatih selama dua tahun lagi tetapi gagal menang lagi dan pensiun pada tahun 2005. Ia hanya melahirkan satu anak kuda sebelum mati pada usia tujuh tahun pada tahun 2007.
Latar belakang
Still in Love adalah kuda betina bewarna jragem (bay) yang dibiakkan di Jepang oleh Shimokobe Farm. Ia merupakan keturunan Sunday Silence, yang memenangkan Kentucky Derby 1989, sebelum pensiun untuk dikawinkan di Jepang di mana ia menjadi juara pejantan selama tiga belas kali berturut-turut. Pemenang utama lainnya termasuk Deep Impact, Stay Gold, Heart's Cry, Manhattan Cafe, Zenno Rob Roy, dan Neo Universe.[2] Indukan Still in Love, Bradamente, adalah anak perempuan Roberto yang belum pernah berlomba dan dibesarkan di Kentucky.[3] Ia adalah saudara dari Color of Gold, yang menghasilkan pemenang Yushun Himba, Rose Decollete.[4]
Selama karier pacunya, Still in Love dimiliki oleh North Hills Management Co Ltd dan dilatih oleh Shigeki Matsumoto. Ia ditunggangi di sebagian besar balapannya oleh joki Hideaki Miyuki.
Karier
Still in Love memulai karier balapnya dengan memenangkan satu-satunya start sebagai kuda berusia dua tahun pada tahun 2002. Puncak kejayaannya terjadi pada usia tiga tahun (2003) ketika ia mendominasi balapan kuda betina di Jepang. Setelah awal musim yang solid, ia membuat sejarah dengan memenangkan Japanese Fillies' Triple Crown yang terdiri dari Oka Sho,[5] Yushun Himba,[6] dan Shuka Sho, menjadi kuda betina kedua yang meraih prestasi ini. Kemenangan Oka Sho-nya juga mencatatkan rekor waktu balapan baru. Di akhir musim 2003 yang luar biasa, ia nyaris menambah kemenangan pacuan Grade I, hanya dikalahkan tipis (sejarak hidung) di Queen Elizabeth II Commemorative Cup. Atas prestasinya ini, ia dianugerahi JRA Award for Best Three-Year-Old Filly tahun 2003. Sayangnya, performanya menurun drastis setelah itu; ia melanjutkan balapan selama dua tahun berikutnya (2004 dan 2005) tetapi gagal memenangkan balapan lagi dan akhirnya pensiun pada tahun 2005.
Still in Love merupakan hasil perkawinan sedarah 3 × 3 dengan Hail To Reason, yang berarti kuda jantan ini muncul dua kali pada generasi ketiga silsilahnya.