Stephen Oppenheimer merupakan seorang pakar genetika dan struktur asam deoksiribonukleat pada manusia. Ia bekerja sebagai pakar untuk Universitas Oxford di Inggris.[4] Pada tahun 1999, Stephen Oppenheimer bekerja sebagai dokter spesialis pediatri di Sarawak.[1]
Karya dan pemikiran
Surga di Timur
Surga di Timur adalah sebuah buku yang diterbitkan oleh Stephen Oppenheimer pada tahun 1999.[1] Dalam bukunya ini, Stephen Oppenheimer memberikan pernyataan tegas mengenai leluhur dari induk peradaban manusia modern. Ia menyatakan teori bahwa Peradaban Mesir, Peradabana Mediterania dan Peradaban Mesopotamia memiliki leluhur yang berasal dari Kawasan Sunda. Dalam bukunya ini, Stephen Oppenheimer menjelaskan bahwa leluhur dari orang Polinesia yang menghuni Benua Amerika tidak berasal dari dari Tiongkok Daratan, melainkan dari dataran pada pulau-pulau yang telah tenggelam di kawasan Asia Tenggara.[2]
Stephen Oppenheimer menjelaskan bahwa tenggelamnya pulau-pulau di Asia Tenggara yang mengakibatkan penyebaran kebudayaan dan terbentuknya induk peradaban manusia modern, merupakan akibat dari banjir bandang yang pernah terjadi di permukaan Bumi.[2] Dalam Surga di Timur, Stephen Oppenheimer menyatakan teori bahwa permukaan Bumi pada masa peradaban kuno pernah mengalami tiga kali banjir bandang yaitu sekitar 14.000, 11.500 dan 8.000 tahun yang lalu.[5] Pernyataan-pernyataan Stephen Oppenheimer di dalam buku Surga di Timur mendukung bahwa Kawasan Sunda merupakan asal budaya yang berkaitan dengan pertanian dan teknologi awal yang digunakan dalam peradaban manusia.[1]
Perjalanan Umat Manusia, Pemukiman Dunia
Stephen Oppenheimer bekerja sama dengan Yayasan Bradshaw untuk menghasilkan sebuah tulisan berjudul Perjalanan Umat Manusia, Pemukiman Dunia. Publikasi Perjalanan Umat Manusia, Pemukiman Dunia diadakan di internet. Dalam tulisannya ini, Stephen Oppenheimer menampilkan peta yang menggambarkan kondisi migrasi awal manusia pada masa 160 ribu tahun lalu di benua Afrika oleh sekelompok kecil manusia. Perjalanan Umat Manusia, Pemukiman Dunia merupakan pembuktian oleh Stephen Oppenheimer bahwa interaksi sosial dan budaya manusia dapat diketahui melalui arkeologi, klimatologi dan kajian mengenai fosil. Seni cadas kuno yang tersebar di seluruh dunia dapat digunakan untuk mengetahui perjalanan, rute dan waktu migrasi awal manusia.[3]
↑Samantho, Ahmad Yanuana (2015). Aningtyas, R. D. (ed.). Illuminati Nusantara. Jakarta Selatan: PT. Sembilan Cahaya Abadi. hlm.175. ISBN978-602-72905-1-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)