Pada tahun 1979, Dewan Negara menyetujui Proposal Reformasi Sistem Perbankan Tiongkok dari Bank Rakyat Tiongkok.[1]:152 Reformasi tersebut pun menghasilkan pembentukan State Central Administration of Foreign Exchange (SCAFE), untuk mengelola cadangan devisa Tiongkok.[1]:152 Walaupun berada di bawah Dewan Negara, SCAFE dikelola oleh Bank Rakyat Tiongkok.[1]:152 Pasca reorganisasi Dewan Negara pada tahun 1983, SCAFE dialihkan menjadi anak usaha dari Bank Rakyat Tiongkok dan namanya diubah menjadi State Administration of Foreign Exchange (SAFE).[1]:152 Pada tahun 1988, SAFE dialihkan bertanggung jawab langsung ke Dewan Negara, tetapi tetap dikelola oleh Bank Rakyat Tiongkok.[1]:152
Dalam birokrasi Tiongkok, direktur SAFE setingkat dengan wakil menteri.[1]:153 Secara historis, direktur SAFE umumnya juga menjabat sebagai wakil gubernur Bank Rakyat Tiongkok.[1]:153
Fungsi
SAFE adalah lembaga pengelola valuta asing dari Bank Rakyat Tiongkok.[1]:5
Eksistensi dan peran SAFE awalnya sangat rahasia, anak usahanya tidak terlalu besar, tetapi dana kelolaannya meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Anak-anak usaha tersebut bertanggung jawab menjalankan portofolio SAFE di berbagai negara, mereplikasi investasi dari kantor pusat SAFE di Beijing.[2]
Dengan makin besarnya cadangan devisa Tiongkok dan meningkatnya persaingan antar lembaga negara, terjadi peningkatan kemandirian dan persaingan antar anak perusahaan.[2]
Sejak masuk ke pasar global sesaat sebelum krisis keuangan 2007–2008, performa CIC awalnya kurang memuaskan.[1]:14 Sehingga membuka peluang politik bagi SAFE untuk mengembangkan investasinya, yang akhirnya dilakukan pada tahun 2013.[1]:14
SAFE menginvestasikan sebagian cadangan devisa Tiongkok ke sejumlah instrumen investasi, seperti proyek infrastruktur, lahan yasan, ekuitas swasta, dan sumber daya alam strategis.[1]:30 SAFE berinvestasi pada perusahaan asal Tiongkok maupun asal luar Tiongkok.[1]:14 SAFE juga berkontribusi secara tidak langsung pada pendanaan Belt and Road Initiative,[1]:14 termasuk melalui kepemilikan atas 65% saham Silk Road Fund.[1]:161 SAFE menyumbang sebagian modal awal Silk Road Fund, bersama China Development Bank, CIC, dan Export-Import Bank of China.[3]:221
Kantor Pendanaan Bersama SAFE memberikan pinjaman valuta asing kepada perusahaan asal Tiongkok yang ingin melakukan investasi, penggabungan, ataupun akuisisi di luar Tiongkok.[1]:24–27 SAFE juga menyediakan akses pinjaman preferensial kepada BUMN strategis dari SASAC.[1]:172
Manajemen
Administrator SAFE saat ini adalah Zhu Hexin. Zheng Wei, Li Hongyan, dan Xu Zhibin adalah Deputi Administrator.[4]
Besaran cadangan Tiongkok diungkapkan, tetapi komposisinya tidak. Pada akhir tahun 2006, sekitar 70% cadangan Tiongkok berupa dolar Amerika Serikat, 20% berupa euro, dan 10% berupa mata uang lain, menurut ekonom Brad Setser. Sebagian besar cadangan Tiongkok diinvestasikan pada obligasi bermata uang dolar Amerika Serikat yang berkualitas tinggi, seperti Sekuritas Treasury Amerika Serikat, meskipun sejak tahun 2007, diperkirakan bahwa SAFE juga memegang efek beragun aset senilai US$100milyar, dengan harapan dapat meraih imbal hasil yang lebih tinggi daripada Sekuritas Treasury Amerika Serikat.[9]
"Anak usaha di Hong Kong tampak mengambil resiko yang lebih besar dalam mengelola cadangan devisa," menurut seorang sumber yang dapat dipercaya.[2] The Financial Times memberitakan pada tanggal 4 Januari 2008 bahwa cabang Hong Kong telah membeli kurang dari 1% saham Commonwealth Bank of Australia dan Australia and New Zealand Banking Group dalam dua bulan terakhir. Pembelian saham ANZ pun dikonfirmasi oleh ANZ sendiri.[10] SAFE juga berinvestasi di BP[11] dan Total[12] pada bulan April 2008.
Seiring dengan makin bertambahnya jumlah cadangan devisa, bank sentral berniat meningkatkan imbal hasil investasi atas kepemilikan valuta asingnya dengan melakukan investasi yang lebih beresiko. Oleh karena itu, pernyataan para pejabat Tiongkok kemudian diawasi dengan cermat;[14] karena tiap transaksi diberitakan mencapai US$1miliar.[2] Sebagai bagian dari upaya diversifikasi pada tahun 2008, SAFE mengakuisisi minoritas saham dari lusinan perusahaan, termasuk Rio Tinto, Royal Dutch Shell, BP, Barclays, Tesco dan RBS.[15]
Pada bulan Maret 2009, Brad Setser menyatakan bahwa kerugian dari diversifikasi tersebut pada puncaknya "dapat melebihi US$80 miliar."[15]
Brad Setser menyatakan:"SAFE telah membangun salah satu portofolio ekuitas Amerika Serikat terbesar di antara entitas pemerintah asing yang lain, termasuk SWF besar....Tampaknya SAFE mulai berekspansi ke ekuitas pada tahun 2007 dan, bukannya takut pada krisis subprima, SAFE tetap melakukan pembelian."[16]
Kebijakan investasi 2009
Pada tanggal 23 Maret 2009, deputi gubernur bank sentral Tiongkok, Hu Xiaolian menyatakan:"Tiongkok akan tetap berinvestasi pada obligasi pemerintah Amerika Serikat, sembari memperhatikan dengan seksama kemungkinan fluktuasi nilai dari aset tersebut.... Berinvestasi pada obligasi U.S. Treasury adalah komponen penting dari investasi cadangan valuta asing Tiongkok..."[17]
Cabang
SAFE memiliki cabang dan kantor di semua provinsi, wilayah otonom, dan kota. Hingga tahun 2005, SAFE memiliki 36 kantor cabang, 298 kantor cabang pembantu pusat, dan 508 kantor cabang pembantu.
Kantor di Hong Kong (华安公司 SAFE Investment Co. Ltd) didirikan pada bulan Juni 1997, sebelum penyerahan Hong Kong, dan berperan penting dalam menjaga nilai tukarRenminbi dan dolar Hong Kong terhadap dolar Amerika Serikat melawan spekulator internasional. Kantor di Hong Kong dulu tidak terlalu besar, dengan hanya mengelola dana sekitar $20 miliar.[2]
↑McGregor, Richard; Hollinger, Peggy; Sender, Henry (2008-04-03). "China buys 1.6 per cent stake in Total". Financial Times. Beijing, China. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-06-04. Diakses tanggal 2009-03-25.