Awalnya stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Sejak selesainya pembangunan jalur ganda yang melayani rute Muara Enim–Tanjung Rambang pada akhir 2013, stasiun ini kini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 dijadikan sepur lurus jalur ganda dari arah Prabumulih sekaligus sepur lurus jalur tunggal arah Baturaja-Tanjungkarang dan jalur 3 sebagai sepur lurus baru untuk ke arah Prabumulih. Semua jalur di stasiun ini sangat cukup untuk menampung KA Babaranjang.[3][4] Stasiun ini sama sekali tidak memiliki peron.
Tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persilangan dan penyusulan antarkereta api.