Selain melayani penumpang kereta api lokal, stasiun ini juga melayani persilangan dan penyusulan antarkereta api.
Bangunan dan tata letak
Pada awalnya, stasiun ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus, tetapi jalur 4 sudah lama dibongkar sehingga jumlah jalurnya berkurang menjadi tiga.
Pada tanggal 14 Januari2024, pukul 07.57 WIB, kereta api Pandalungan relasi Gambir–Surabaya Pasarturi–Jemberanjlok saat memasuki wesel Stasiun Tanggulangin dari arah utara. Insiden ini menyebabkan kemacetan di Jalan Raya Kludan dan Jalan Raya Perumtas karena bagian belakang rangkaian kereta menutup jalur. Pihak Daerah Operasi VIII Surabaya memutuskan untuk segera melakukan evakuasi terhadap lokomotif dan rangkaian kereta depan yang anjlok.[4] Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan bahwa insiden ini disebabkan oleh lidah wesel yang tidak terkunci dan kepuasan berlebih pada PPKA terhadap kondisi wesel.[5]