Dari stasiun ini ke arah barat, setelah melintasi Jembatan Kayu Putih, terdapat percabangan jalur menuju Lumajang melalui Balung yang telah dinonaktifkan. Selain itu, di petak antara stasiun ini dan Stasiun Bangsalsari, terdapat Stasiun Petung yang sudah lama dinonaktifkan karena jarak antarstasiun yang berdekatan dengan Stasiun Rambipuji.
Bangunan dan tata letak
Tampak dalam stasiun, 2025
Stasiun ini memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 3 merupakan sepur lurus, jalur 1 dan 2 yang digunakan untuk persilangan atau penyusulan kereta api, serta jalur 4 dan 5 yang digunakan untuk menyimpan kereta api barang–dahulu memiliki layanan kereta api peti kemas yang kini sudah tidak beroperasi.
Jalur 5
Jalur parkir kereta api angkutan barang (jarang digunakan)
Jalur 4
Jalur 3
← Sepur lurus sekaligus jalur utama pemberhentian kereta api →
Peron pulau
Jalur 2
← Sepur belok untuk jalur pemberhentian kereta api →
Peron pulau
Jalur 1
Sepur belok (jarang digunakan)
Peron sisi
G
Bangunan utama stasiun
Arsitektur bangunan stasiun ini bergaya Art Deco, mirip dengan Stasiun Karawang dan Stasiun Garut. Pada 2019, di stasiun ini dipasang kanopi/overcapping yang menaungi dua jalur.
Layanan kereta api
Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 6 Maret 2026.[4]