Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus, tetapi hanya jalur 2 dan 3 yang cukup untuk menampung satu rangkaian kereta api Babaranjang. Jalur 1 merupakan sepur belok pendek yang biasanya digunakan untuk KA penumpang.
Sebagai stasiun penumpang utama di Kabupaten OKU bagian utara, seluruh perjalanan kereta api penumpang yang melayani Kertapati–Tanjungkarang berhenti di stasiun ini. Meski melayani penumpang, stasiun ini, bersamaan dengan stasiun-stasiun lainnya di Divre IV (kecuali Tanjung Karang, Kotabumi, Martapura, dan Baturaja), resmi menghapus penjualan tiket secara langsung di loket (go show) mulai tanggal 1 Januari 2021, dan hanya melayani penjualan tiket melalui Kereta Api Indonesia Access atau kanal eksternal lain.[3]
Layanan kereta api
Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025.[4]
Pada tanggal 12 November2021, KA barang Nitahan yang mengangkut bubur kertas anjlok saat melintas di jalur 2 stasiun ini. Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini, tetapi perjalanan KA di jalur ini terganggu selama 14 jam dan mengakibatkan kerusakan pada wesel di jalur 3. Adapun gerbong yang anjlok yakni gerbong 13 (GT501811), gerbong 14 (GT500022), gerbong 15 (GT500081), gerbong 16 (GT500048), 1 mesin perawatan jalur rel (CSM 09-16-3528) serta satu gerbong kabus atau tempat istirahat nomor (SN 001-01) yang sedang parkir di jalur 1.[5][6]