Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Berdasarkan peta yang diterbitkan oleh Belanda pada 1938, stasiun ini dahulu juga memiliki sebuah sepur simpang menuju Sungai Brantas yang bermula di selatan emplasemen stasiun.[3] Tidak diketahui fungsi dari jalur tersebut, tetapi sepur simpang tersebut telah lama dibongkar dan hanya menyisakan jejak lahan yang dapat dilihat melalui citra satelit.
Di emplasemen stasiun ini terdapat patung dua ekor kera yang dibangun untuk menandakan bahwa di sekitar stasiun terdapat pemakaman yang dihuni kawanan kera.[4]
Layanan kereta api
Sebelumnya per 1 Desember 2019 bertepatan dengan Gapeka 2019, layanan penumpang di stasiun ini kembali dibuka untuk layanan kereta api Dhoho. Sejak berlakunya jadwal perjalanan kereta api sesuai Gapeka 2021 per 10 Februari 2021, layanan penumpang di stasiun ini kembali dihapus sehingga stasiun ini hanya melayani persilangan dan penyusulan antarkereta api saja. Namun, per 1 Juni 2023 bertepatan dengan Gapeka 2023, layanan penumpang di stasiun ini kembali lagi dibuka untuk layanan kereta api tersebut.
Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 per 1 Februari 2025.[5]