Pada Desember 2018, Direktur Utama MRT Jakarta, William Syahbandar, mengumumkan bahwa tiga stasiun MRT telah dilelang hak penamaannya. Salah satu stasiun tersebut ialah Stasiun MRT Istora yang kini dimiliki hak penamaannya oleh Bank Mandiri. Merek suara (sonic brand) juga ditambahkan pada bulan Desember tahun 2025, yang diambil dari jingel aplikasi perbankan Bank Mandiri, Livin' by Mandiri.[1]
Insiden
Pada 29 Agustus 2025, terjadi kerusuhan demonstrasi di depan Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Polda Metro Jaya di Kwitang. Massa yang tidak terkendali menebar kerusuhan hingga Simpang Lima Senen kemudian merusak fasilitas Stasiun Istora Mandiri, massa memecahkan kaca-kaca stasiun, perusakan pun membuat kaca stasiun pecah dan membuat stasiun tidak dapat digunakan hingga prasarana selesai diperbaiki. Begitu pula dengan Stasiun Bendungan Hilir, kaca-kaca pecah dan stasiun tidak dapat digunakan. Bersamaan pula dengan insiden ini, seluruh layanan Transjakarta dan MRT Jakarta juga sempat tidak beroperasi hingga situasi kembali kondusif.