Keelakaan 2004
Stasiun yang umumnya tenang menjadi saksi dua kejadian ketika orang-orang jatuh ke rel di 2004. Serentetan insiden terjadi di stasiun dengan tiga kasus bunuh diri dan dua kecelakaan yang satu cukup fatal, membuat keamanan stasiun melayang dipertanyakan. Beberapa usulan masuk agar SMRT Corporation meningkatkan keamanan.
Insiden pertama melibatkan seorang Singapore Armed Forces Bintara Tinggi Richard Chua terjatuh ke rel sekitar 13:50 pada 14 Agustus 2004 dan tertabrak kereta yang mengarah ke Jurong East. Jari-jari kakinya patah dan juga menderita luka-luka di kepala dan tubuhnya, tetapi selamat dan dirawat di National University Hospital. Penyelidikan menyimpulkan tidak ada kesengajaan dalam insiden tersebut. Layanan antara Stasiun MRT Choa Chu Kang dan Jurong East terganggu sekitar 45 menit ketika korban ditolong oleh tentara Singapore Civil Defence Force]]. SMRT Corporation melibatkan 12 bus untuk memindahkan sekitar 4,000 penumpang di antara stasiun-stasiun tersebut.
Insiden kedua terjadi 31 Agustus 2004, juga sekitar 13:50 ketika Madam Low Suan Choo terjatuh dari peron dan tertabrak kereta yang masuk mengarah ke Jurong East. Korban menderita beberapa patah tulang dan dinyatakan meninggal di lokasi. Kali ini SMRT mengerahkan 19 bus untuk memindahkan sekitar 5,000 penumpang yang terganggu perjalanannya. Seorang anggota parlemen untuk Jurong GRC, Dr. Ong Chit Chung mengunjungi stasiun setelah kejadian dan menyatakan keyakinannya bahwa perlu tambahan pengaman di stasiun melayang, atau tambahan garis kuning untuk mengingatkan penumpang akan batas peron. Menurut penyelidikan pengadilan pada 3 November 2004, diperoleh kesimpulan bahwa Madam Low mempunyai kecenderungan bunuh diri dan telah mencoba bunuh diri sehari sebelumnya. Kesimpulan diambil bahwa kematiannya adalah karena bunuh diri.[1]