Sebagai operator LRT Jabodebek, PT Kereta Api Indonesia (Persero) (PT KAI) menawarkan hak penamaan untuk ke-18 stasiun LRT Jabodebek. Penawaran hak penamaan akan meliputi penamaan baik pada prasarana stasiun berupa papan nama, peta jalur, sistem informasi pelanggan, pengumuman, dan sebagainya maupun media seperti Aplikasi KAI (Access by KAI).[1]
Sebagai pembeli hak penamaan stasiun LRT Jabodebek pertama, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk meraih hak penamaan Stasiun LRT Pancoran. Menandai hak penamaan ini, warganet mendapati pemasangan papan petunjuk dan lampu nama Stasiun LRT Pancoran dengan jenama "bank bjb", digayakan dengan huruf kecil semua, bersanding dengan nama stasiun.[2] Peresmian hak penamaan pun dilaksanakan pada 25 Juli 2024 bersama dengan Direktur Utama Bank BJB serta Direktur Utama PT KAI. Kerja sama hak penamaan ini dipandang menjadi salah satu langkah strategis dari Bank BJB untuk meningkatkan visibilitas mereknya untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas di area Jabodetabek, sebagai bentuk dukungan untuk mendorong penggunaan transportasi umum.[3] Hak penamaan ini hanya bertahan selama satu tahun dengan tidak adanya perpanjangan kontrak kerja sama, dengan penarikan jenama yang baru dilaksanakan pada akhir Desember 2025 hingga awal tahun 2026 bersama dengan Stasiun Dukuh Atas BNI.