Stasiun yang terletak pada lintas kereta api Labuan–Rangkasbitung ini dahulu merupakan stasiun yang cukup ramai, bahkan lebih ramai daripada Stasiun Pandeglang. Tercatat sebanyak 44.678-89.014 orang penumpang dan sejumlah 237-901 ton barang yang diangkut pertahun dari stasiun ini pada antara tahun 1950-1953.[3]
Stasiun ini dibangun pada tahun 1906 oleh perusahaan kereta api Hindia BelandaStaatsspoorwegen (SS).[4] Pada masa penjajahan Belanda, lintas ini berada di bawah pengelolaan Staatsspoor - en Tramwegen (Westerlijnen) (SS-WL). Stasiun Kadukacang ditutup pada tahun 1982 bersamaan dengan dihentikannya lintas Rangkasbitung-Labuan, kemungkinan karena kalah bersaing dengan moda transportasi yang lain dan sarana-prasarana yang telah menua.
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).