Stasiun yang dibangun pada tahun 1920 ini dahulunya ramai dengan para pedagang pisang yang ingin menjual buah pisang mereka di daerah Semarang dan Kedungjati, karena daerah sekitar stasiun merupakan penghasil pisang raja. Hingga dekade 1980-an stasiun ini ramai oleh para pedagang pisang.[4]
Dahulu stasiun ini hanya dilayani oleh KA Pandanaran Semarang, tetapi stasiun ini dinonaktifkan pada tahun 1994 karena kalah bersaing dengan moda transportasi lain, seperti minibus dan mobil pick-up. Selain itu, letak stasiun ini juga terpencil.[4]
Sampai saat ini bangunan stasiun ini masih utuh, tetapi tak pernah difungsikan. Papan namanya yang masih bergaya Perumka/PT KA masih terpampang.
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
↑Ikhtisar Lintas dan Emplasemen Jawa. Bandung: Perumka. 1992. hlm.07–074. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
12Haryanto, Dwi (Juli 2011). "Jetis-Jambean-Gedangan: Terbengkalai Tak Lagi Beroperasi". Majalah KA Edisi 60: Stasiun Tua Semarang-Solo. Depok, Jawa Barat: PT Ilalang Sakti Komunikasi. hlm.20. ISSN2087-9458.