Awalnya stasiun ini memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 1 sebagai sepur lurus. Sejak pengoperasian jalur ganda yang menghubungkan Tanjung Enim dengan Tanjung Rambang, terdapat satu sepur belok baru sebagai jalur 1, jalur 1 eksisting dijadikan sebagai jalur 2 sepur lurus arah Muara Enim, dan jalur 2 yang lama dijadikan jalur 3 sepur lurus arah Prabumulih. Jalur-jalur ini sangat cukup untuk menampung KA batu bara, terutama babaranjang maupun batu bara Sukacinta.[3][4]
Dengan selesainya jalur ganda ini, sudah tidak ada lagi persilangan kereta api yang dilayani. Saat ini stasiun ini hanya melayani penyusulan antarkereta api saja, tidak melayani keberangkatan dan kedatangan penumpang.