Stasiun ini dahulu memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Bekas bangunan stasiun, peron, dan jalurnya masih sedikit terlihat walaupun sudah hampir rata dengan tanah.
Tak jauh dari bekas peron terdapat bangunan berupa rumah dinas yang saat ini juga terbengkalai. Pada tahun 2006 rumah dinas ini sempat dihuni oleh manajer KAI area Blitar tetapi akhirnya ditinggalkan pada 2015.[4]
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).