Alur Cerita
Letnan Komandan Data (Star Trek) kehilangan kendali ketika sedang mengobservasi planet milik spesies Ba'ku sehingga kehadiran Federasi dan spesies Son'a diketahui penduduk setempat. Admiral Matthew Dougherty meminta bantuan kepada USS Enterprise (NCC-1701-E) untuk menangkap dan memperbaiki Data. Kapten Jean-Luc Picard dan Worf berhasil mengatasi insiden tersebut. Namun, tanpa alasan yang jelas, Admiral Dougherty memerintahkan Enterprise untuk meninggalkan areal tersebut. Padahal, Kapten Picard dan krunya sedang menyelidiki penyebab kerusakan data.
Dalam investigasinya, Kapten Picard meyadari bahwa spesies Ba'ku sadar akan pentingnya teknologi, akan tetapi mereka lebih memilih hidup harmonis dengan alam dibandingkan bekerja setiap hari guna mengembangkan teknologi. Hal ini diketahui dari jawaban terhadap pertanyaan Kapten Picard kepada pemimpin informal Ba'ku, Anij, "Apakah kalian memiliki kemampuan warp?". "Kemampuan, ya, tetapi apakah fungsi dari kemampuan tersebut selain membawa kami pergi dari sini?" Selain itu, spesies Ba'ku ternyata jauh lebih tua daripada penampilan mereka.
Sementara itu, awak Enterprise mulai mengalami beberapa efek regenerasi yang aneh. Geordi LaForge tidak buta lagi. Hubungan Riker dengan Troi membaik, bahkan keduanya saling mencintai. Bahkan, Kapten Picard memiliki perasaan romantis terhadap Anij. Ternyata, semua itu disebabkan karena radiasi partikel metafisik yang dihasilkan dari planet tempat spesies Ba'ku tinggal, tepatnya di Briar Patch. Partikel metafisik tersebut terkonsentrasi di orbit planet yang menyebabkan efek-efek tersebut, dan juga menghalangi sinyal komunikasi ke galaksi lainnya.
Kru Enterprise juga menemukan sebuah pesawat hologram yang meniru desa Ba'ku. Kerusakan Data ditengarai disebabkan oleh pesawat hologram ini. Ternyata, pesawat ini disiapkan Admiral Dougherty untuk memindahkan Ba'ku tanpa mereka sadari ke planet lainnya agar federasi dan Son'a dapat mengambil partikel radiasi metafisik. Menyadari rencananya terbongkar, Admiral Dougherty memerintahkan USS Enterprise untuk meninggalkan areal tersebut saat itu juga.
Kapten Picard memerintahkan Komandan Riker untuk membawa Enterprise keluar dari Briar Patch agar dapat memberitahukan masalah tersebut kepada Federasi dan ia sendiri turun ke planet Ba'ku untuk mengevakuasi para Ba'ku ke sebuah gua yang aman dari penculikan Son'a. Namun, banyak Ba'ku yang hilang diculik oleh Son'a dengan robot mereka, termasuk Kapten Picard. Sementara itu, pemimpin Son'a Adhar Ru'afo memerintahkan dua pesawatnya untuk mengejar Enterprise. Komandan Riker berhasil menghancurkan salah satu pesawat dan menimbulkan kerusakan fatal pada pesawat kedua.
Sementara itu, Kapten Picard sedang dipindahkan ke sebuah ruangan yang tidak aman dari efek pengambilan partikel radiasi metafisik. Kapten Picardpun memberi tahu bahwa DNA Son'a dan Ba'ku sama dengan harapan konflik akan segera selesai. Namun, walaupun rencana Ru'afo terbongkar sepenuhnya, dan ternyata Son'a dan Ba'ku adalah ras yang sama, Ru'afo tetap pada rencananya untuk mengambil partikel radiasi metafisik dari Briar Patch. Bahkan, Ru'afo membunuh Admiral Dougherty yang berbalik tidak setuju untuk melanjutkan rencananya. Ru'afo tidak peduli sama sekali bahwa Ba'ku adalah keluarga dari Son'a.
Gagal, Kapten Picardpun mengakali Son'a. Ia meminta Data agar mengalihkan perhatian Son'a dengan menyerang pesawat mereka. Serangan tersebut hanya memberikan kerusakan kecil, akan tetapi memaksa Ru'afo untuk menata pelindung pesawatnya dari awal agar pengambilan partikel metafisik dapat dilangsungkan. Saat pelindung pesawat diaktifkan ulang dari awal, terdapat sedikit senggang waktu yang dimanfaatkan Picard untuk memindahkan Ru'afo dan anak buahnya ke pesawat hologram yang berada di planet Ba'ku. Saat partikel radiasi metafisik gagal diambil, Ru'afo baru menyadari bahwa ia dan krunya telah ditipu. Iapun mengembalikan dirinya ke pesawat untuk memulai proses pengumpulan partikel radiasi metafisik secara manual. Usaha Ru'afo berhasil digagalkan Kapten Picard, dan Kapten Picard memusnahkan alat pengambil partikel sekaligus membunuh Ru'afo.
Akhirnya, Ba'ku memaaafkan Son'a dan menerima mereka untuk tinggal bersama di Briar Patch. Awak Enterprisepun meninggalkan planet Ba'ku.