Spaniel tibet adalah ras anjing kecil yang tangguh dan berasal dari wilayah Tibet. Meskipun namanya mengandung kata "spaniel", trah ini tidak termasuk dalam kelompok spaniel sejati karena metode pengembangbiakannya berbeda dan fungsinya pun bukan sebagai anjing pemburu, melainkan sebagai anjing pendamping. Nama "spaniel" kemungkinan diberikan karena kemiripannya dengan anjing pangkuan hasil pembiakan spaniel pemburu, seperti Cavalier King Charles Spaniel.
Deskripsi
Spaniel Tibet adalah anjing kecil dengan kepala berkubah, moncong pendek, dan hidung hitam. Matanya sedang, berbentuk oval, dan tidak memiliki kulit berlebih di sekitar mata, membedakannya dari ras Peking. Telinga berbentuk V menggantung di sisi kepala, leher ditutupi surai rambut, dan kaki depan sedikit membungkuk dengan bentuk “seperti kelinci”. Ekor berbulu lebat dibawa ke atas punggung, sedangkan mantel ganda halus dan sutra menutupi tubuh, lebih panjang di telinga, jari kaki, dan ekor. Anjing ini hadir dalam berbagai warna. yaitu merah, cokelat, emas, putih, krem, hitam, dan kombinasi antara warna tersebut. Anjing ini memiliki tinggi sekitar 25 cm dan berat 4–6,8 kg, meski beberapa individu di luar pertunjukan bisa sedikit lebih besar.[2][3]
Sejarah
Anjing biara kecil yang dianggap sebagai cikal bakal Spaniel Tibet setia mengikuti para biksu Lama dan dikenal sebagai “Singa Kecil” karena kemiripannya dengan Singa Salju, varian singa penjaga Tiongkok yang melambangkan prestise. Praktik memberikan anjing-anjing ini sebagai hadiah ke istana Tiongkok dan negara-negara Buddha lainnya meningkat, dengan banyak “anjing singa” dikirim kembali ke Tibet hingga awal abad ke-20, sehingga Spaniel Tibet kemungkinan berbagi nenek moyang dengan ras Oriental seperti Dagu Jepang dan Peking. Selain sebagai hewan peliharaan dan pendamping, mereka juga berperan penting dalam kehidupan monastik Tibet, duduk di dinding biara untuk mengawasi pedesaan dan menggonggong untuk memperingatkan para biksu serta Mastif Tibet. Spaniel Tibet juga dilatih untuk memutar roda doa, dan tidur bersama biksu di malam hari untuk memberikan kehangatan.[4][5]
Spaniel Tibet mulai dibesarkan di Inggris pada tahun 1890-an. Catatan pertama mengenai Spaniel Tibet di Amerika Serikat berasal dari keturunan dua anjing yang diimpor dari biara Tibet pada 1965. Pada Januari 1971, Tibetan Spaniel Club of America didirikan dengan 14 anggota pendiri, dan registri sekunder tetap dibuka. Setelah awalnya ditempatkan di kelas Lain-lain, ras ini akhirnya diterima untuk pendaftaran AKC dan memenuhi syarat untuk bersaing sebagai ras Non-Olahraga mulai 1 Januari 1984. Pada 1987, Fédération Cynologique Internationale mengakui Spaniel Tibet dan menempatkannya dalam Grup 9 Anjing Pendamping dan Mainan, Bagian 5: ras Tibet.[6]