[ วุ้นเส้น (wun sen) ] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
Sohun atau soun (suun) adalah mi halus yang dibuat dari pati. Setelah direbus atau direndam, sohun berwarna bening, bertekstur kenyal, dan memiliki permukaan yang licin. Di antara berbagai jenis pati yang bisa dijadikan bahan baku adalah pati kacang hijau, umbi (kentang, ubi jalar, tapioka), sagu, aren, dan midro (ganyong). Sohun berbeda dari bihun.
Dijual dalam keadaan kering dan terlipat seperti sarang burung, sohun direbus atau direndam hingga agak lunak sebelum digunakan untuk berbagai masakan tumis dan sup. Sohun hampir-hampir tidak memiliki rasa, tetapi menyerap kaldu dan rasa bahan-bahan lain yang dimasak bersamanya. Tanpa direndam air lebih dulu, sohun bisa langsung digoreng hingga garing, dan dipakai sebagai alas atau penghias makanan.
Pembuatan
Pati yang menjadi bahan baku dicuci dengan air untuk menghilangkan segala kotoran agar diperoleh tepung yang bersih. Setelah dipindahkan ke bak lain, pati diberi larutan kaporit yang berfungsi sebagai pemutih. Setelah menjadi putih, pati dicuci kembali untuk menghilangkan bau kaporit. Selanjutnya, campuran pati dan air dengan perbandingan 1:1 diaduk menjadi adonan yang dimasak menjadi adonan bubur kental. Adonan dimasukkan ke dalam mesin ekstrusi untuk menghasilkan lembaran-lembaran sohun. Sohun basah dikeringkan dengan cara dijemur di atas papan. Setelah kering, sohun siap dikemas dan dipasarkan.[1]
Di Indonesia, sohun dibuat dari bahan dasar pati sagu atau aren ditambah midro sebagai campuran. Makanan Indonesia yang memakai sohun misalnya: soto, bakso, tekwan, pempekmodel, kimlo, dan sup.
Sohun awalnya berasal dari Tiongkok.[2] Dalam bahasa Mandarin, sohun disebut fěn sī (粉絲code: zh is deprecated ), arti: "mi benang"). Di Taiwan, sohun disebut dōng fěn (冬粉code: zh is deprecated , "mi musim dingin") atau tanghun. Sohun juga dipasarkan sebagai saifun berdasarkan pengucapan bahasa Kantonis untuk menyebut sohun dalam bahasa Mandarin xì fěn (細粉code: zh is deprecated , "mi langsing"). Dalam bahasa Kantonis, sohun disebut fan2 si1 (粉絲).
Di RRC, sohun dibuat dari pati kacang hijau, dan dipakai dalam berbagai masakan tumis, sup, dan hot pot. Sohun merupakan bahan pengisi untuk jiaozi, dan pengganti sirip hiu dalam sup sirip hiu. Sentra produksi sohun terdapat di Zhangxing yang terletak di Zhaoyuan, Yantai, sebelah timur Provinsi Shandong. Pada zaman dulu, dari Zhangxing dikirim melalui Pelabuhan Longkou sehingga dikenal di pasaran sebagai Longkou fensi (sederhana: 龙口粉丝; tradisional: 龍口粉絲).
Di Korea, sohun disebut dangmyeon (hangul: 당면code: ko is deprecated , hanja: 唐麵code: ko is deprecated , arti: "mi Dinasti Tang"), dan dibuat dari pati ubi jalar. Japchae adalah contoh makanan Korea yang memakai sohun.
Di Jepang, sohun disebut harusame (春雨code: ja is deprecated , arti: "hujan musim semi"), dan dibuat dari pati kentang. Selain menjadi isi lumpia (harumaki), sohun hanya digunakan untuk sup yang merupakan adaptasi dari masakan Tionghoa dan Korea.
Di Filipina, sohun disebut sotanghon. Nama tersebut diambil dari nama masakan sohun goreng yang juga disebut sotanghon. Sohun goreng Filipina berisi potongan daging ayam dan jamur. Berbeda dari bihun goreng (pancit bihon) yang biasa dihidangkan sehari-hari, sotanghon hanya disajikan pada kesempatan istimewa.[3]
Di Thailand, sohun disebut woon sen (วุ้นเส้นcode: th is deprecated ), dan dimasak bersama babi dan udang menjadi selada sohun yum woon sen (ยำวุ้นเส้นcode: th is deprecated ), atau menjadi sohun goreng yang disebut pad woon sen (ผัดวุ้นเส้นcode: th is deprecated ).