Soto Banjar diperkirakan muncul setelah tahun 1563, seiring kedatangan pedagang Tiongkok ke Banjarmasin, yang pada akhir abad ke-16 dikenal sebagai daerah kerajaan penghasil lada dan bagian dari Jalur Rempah Nusantara. Kuliner "jao to" (penyebutan soto saat itu) mulai masuk ke Banjarmasin pada masa tersebut[5]
Soto Banjar sering menjadi menu sarapan atau makan malam, terutama di Banjarmasin dan sekitarnya. Makanan ini dijual di warung-warung makan dan restoran-restoran. Penjual Soto Banjar biasanya juga menyajikan sate ayam sebagai menu pendamping. Nasi sop adalah sebutan untuk Soto Banjar yang bahan utamanya nasi.[6]
Cita rasa dan keunikan
Soto Banjar memiliki kuah bening dengan cita rasa gurih yang berasal dari kaldu ayam yang dimasak dengan berbagai bumbu. Keunikan lainnya adalah penambahan susu atau santan pada beberapa variasi resep, yang memberikan tekstur kuah lebih kental dan cita rasa lebih creamy.[7]
Soto ini kerap disajikan dengan perasan jeruk nipis dan sambal untuk menambah rasa segar dan pedas. Selain itu, taburan bawang goreng dan daun seledri menambah aroma khas yang menggugah selera.[8]