Sosiologi ekonomi adalah cabang dari sosiologi yang mempelajari perilaku ekonomi dalam konteks sosial, termasuk hubungan timbal balik antara struktur sosial, nilai budaya, dan praktik ekonomi. Disiplin ini berupaya memahami bagaimana faktor-faktor sosial memengaruhi tindakan ekonomi dan bagaimana kegiatan ekonomi turut membentuk struktur sosial.
Sejarah perkembangan
Sosiologi ekonomi memiliki akar sejak karya-karya awal tokoh klasik seperti Karl Marx, Émile Durkheim, dan Max Weber. Marx menekankan pentingnya struktur kelas dan relasi produksi dalam kehidupan ekonomi. Weber menyoroti pengaruh nilai-nilai budaya dan etika Protestan dalam pembentukan kapitalisme modern, sementara Durkheim meneliti solidaritas sosial dan pembagian kerja.
Setelah sempat tenggelam di bawah dominasi ekonomi neoklasik, sosiologi ekonomi mengalami kebangkitan pada akhir abad ke-20 melalui karya para tokoh seperti Mark Granovetter yang memperkenalkan konsep embeddedness (keterbenaman sosial dalam ekonomi), dan Viviana Zelizer yang menunjukkan bagaimana nilai moral dan relasi sosial memengaruhi transaksi ekonomi.
Konsep utama
Beberapa konsep penting dalam sosiologi ekonomi antara lain:
Keterbenaman (embeddedness): Gagasan bahwa tindakan ekonomi tidak terlepas dari jaringan sosial dan norma budaya.
Kapital sosial: Jaringan dan kepercayaan sosial yang memengaruhi aktivitas ekonomi.
Institusi ekonomi: Struktur sosial seperti pasar, perusahaan, dan negara sebagai wadah perilaku ekonomi.
Relasi kerja dan kelas sosial: Kajian tentang ketimpangan, dominasi, dan peran kelas dalam ekonomi.
Nilai dan moralitas ekonomi: Analisis tentang makna sosial uang, harga, dan praktik konsumsi.
Pendekatan dan Metode
Sosiologi ekonomi menggunakan pendekatan:
Kualitatif: Etnografi pasar, wawancara, dan studi kasus
Kuantitatif: Analisis jejaring sosial, statistik hubungan sosial dan ekonomi
Historis dan komparatif: Untuk menelusuri perubahan sistem ekonomi dalam konteks budaya dan politik tertentu