Sorivudin berinteraksi secara kuat dan dalam beberapa kasus mematikan dengan fluorourasil (5-FU), bakal obat-nya, dan zat-zat terkait. Interaksi ini didasarkan pada metabolit bromovinilurasil (BVU), yang secara ireversibel menghambat enzim dihidropirimidina dehidrogenase (DPD) yang diperlukan untuk menonaktifkan 5-FU. Obat yang berkaitan erat yakni brivudin, memiliki interaksi yang sama.[2]
Perlu juga dipertimbangkan bahwa kemampuan memetabolisme obat ini dapat menurun seiring bertambahnya usia karena komposisi mikrobiota usus. Secara khusus, setelah usia 60 tahun, telah diamati penurunan potensi metabolik untuk mendegradasi senyawa ini.[3]
Referensi
↑Whitley RJ (1996). "Sorivudine: A Potent Inhibitor of Varicella Zoster Virus Replication". Antiviral Chemotherapy 4. Advances in Experimental Medicine and Biology. Vol.394. hlm.41–4. doi:10.1007/978-1-4757-9209-6_5. ISBN978-1-4757-9211-9. PMID8815706.