Asal Usul Nama Sobangan konon berasal dari pemberian Arya Sentong yang bermukim di Ayunan, di mana dia hendak pergi ke Baha melalui padang (rumput) "so" yang berwarna merah (Bang) sehingga dia menamai daerah tersebut Sobang dan kemudian memperoleh akhiran -an. Desa sobangan sendiri termasuk desa yang relatif muda yang memiliki jumlah penduduk tidak begitu padat.
Potensi perekonomian di Desa Sobangan yang menonjol adalah pertanian dan peternakan di mana hampir 75 persen penduduk desa sobangan berprofesi sebagai petani sekaligus peternak
Komoditas sektor pertanian berupa padi, palawija, dan tanaman pangan lainnya serta yang terbaru dikembangkan adalah budidaya bunga gumitir dan bunga pacar air yang digunakandalam kegiatan peribadatan atau persembahyangan agama hindu. Untuk komoditas peternakan ada budidaya pemeliharaan ternak sapi bali, ternak babi, aneka unggas dan budidaya ikan air tawar.
Di Desa Sobangan terdapat sentra peternakan sapi bali yang terbesar di Provinsi Bali di mana terdapat 400 ekor sapi. Peternakan ini sendiri merupakan pilot project pengembangan bibit sapi bali serta tempat belajar mahasiswa Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Denpasar. Sentra ternak ini juga dicanangkan untuk menjadi salah satu objek atraksi wisata edukasi sapi bali yang dikombinasikan dengan kegiatan tracking untuk menikamti keindahan alam desa sobangan.
Penduduk
Penduduk desa Sobangan terdiri dari 1.786 laki-laki dan 1.739 perempuan dengan sex rasio 102. Tingkat kelahiran selama tahun 2016 sebanyak 61 jiwa dan kematian 27 jiwa.[1]